
Harga emas dunia diproyeksikan masih bergerak volatil dengan risiko koreksi yang perlu diwaspadai pelaku pasar. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD pada timeframe H1 belum menunjukkan konfirmasi kuat untuk melanjutkan tren kenaikan, setelah harga gagal menembus level resistance utamanya.
Zona Resistance dan Support Jadi Penentu Arah
Menurut analisis Dupoin Futures, XAU/USD saat ini menghadapi resistance kuat di kisaran 4.649 hingga 4.672 dolar AS. Selama harga belum berhasil ditutup di atas zona tersebut, momentum bullish dinilai belum cukup kuat untuk mengonfirmasi keberlanjutan tren naik. Apabila gagal menembus area itu, harga emas berpotensi turun menuju support terdekat di level 4.583 dolar AS, yang akan menjadi penentu apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berlanjut lebih dalam.
Baca juga:
- Saham Tambang MIND ID Semester II 2026: INCO, TINS, ANTM, PTBA
- Prospek Saham MIND ID Semester II 2026: INCO, TINS, ANTM, PTBA
Dolar AS, Yield Obligasi, dan Data Inflasi
Dari sisi fundamental, pergerakan emas masih dipengaruhi dinamika dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Pelemahan dolar dan penurunan yield sebelumnya menjadi katalis positif bagi emas. Namun, data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang tercatat lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi mengubah arah kebijakan The Fed. Jika tekanan inflasi masih persisten, The Fed berpeluang mempertahankan kebijakan moneter ketat, yang dapat menopang dolar AS dan yield obligasi sekaligus menekan harga emas.
Perhatian pasar kini juga tertuju pada forum Jackson Hole, di mana pernyataan pejabat The Fed—termasuk Kevin Warsh—dinilai berpotensi menjadi katalis penting. Sinyal hawkish soal suku bunga dan inflasi dapat kembali menguatkan dolar dan menekan emas, sementara nada dovish berpotensi membuka ruang penguatan bagi XAU/USD.
Sumber: Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia).





