
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat pertumbuhan signifikan pada lini bisnis pembiayaan dana tunai sepanjang paruh pertama 2026. Per Juni 2026, penyaluran pembiayaan dana tunai perusahaan tumbuh 44,74% secara tahunan dan menyumbang 10,88% dari total portofolio pembiayaan BRI Finance.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyebut capaian tersebut sebagai cerminan masih kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendanaan di tengah dinamika ekonomi pada semester pertama tahun ini. Menurutnya, perusahaan tetap mengedepankan kualitas pembiayaan dan prinsip kehati-hatian dalam menangkap peluang pertumbuhan tersebut.
Baca juga:
- BRI Flash: Pinjaman Jaminan BPKB dari BRI Finance, Cair 90%
- BRI Flash: Pembiayaan Multiguna BRI Finance untuk Renovasi Rumah
Didukung Jaringan Layanan dan Seleksi Ketat
Perusahaan menyebut kinerja positif ini tak lepas dari kemudahan akses layanan, jaringan yang luas, serta strategi pemasaran yang menyasar kebutuhan nasabah secara lebih efektif. Di sisi lain, BRI Finance mengaku terus memperkuat proses seleksi dan underwriting debitur secara prudent agar ekspansi bisnis tetap diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga.
Aditia menambahkan, pengelolaan risiko yang disiplin menjadi kunci agar pertumbuhan pembiayaan tetap sehat. Perusahaan mengklaim terus memperketat monitoring kualitas kredit, khususnya pada segmen dana tunai yang tumbuh pesat tersebut.
Ke depan, BRI Finance menyatakan akan terus menyeimbangkan aspek ekspansi bisnis, kualitas portofolio, dan manajemen risiko sebagai bagian dari strategi menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan bagi masyarakat sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Catatan Redaksi. Pembiayaan dana tunai adalah produk pinjaman yang memberikan uang langsung ke nasabah dengan jaminan aset seperti BPKB kendaraan, berbeda dari pembiayaan barang yang dananya cair ke penjual atau dealer. Karena dananya cair langsung dan dipakai bebas oleh peminjam, risiko gagal bayarnya cenderung lebih sulit dipantau dibanding kredit kendaraan biasa, sehingga perusahaan pembiayaan lazim memperketat seleksi dan pemantauan debitur saat segmen ini tumbuh cepat.
Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).





