
DBS Foundation meluncurkan riset bertajuk “Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?” di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Riset ini memetakan kesenjangan kesiapan Indonesia di sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta keuangan dan pensiun, seiring negara ini bersiap memasuki fase masyarakat menua.
Populasi lansia Indonesia telah mencapai 12 persen pada 2025 dan diproyeksikan melampaui 20 persen pada 2045, sementara angka kelahiran total (TFR) terus menurun dari 3,11 pada awal 1990-an menjadi 2,13 pada 2024 dan diperkirakan turun lagi ke 1,97 pada 2045. Struktur keluarga yang menyusut ini membuat semakin sedikit anggota keluarga usia produktif yang menanggung kebutuhan finansial dan perawatan orang tua.
Baca juga:
Kesenjangan Literasi dan Inklusi Dana Pensiun
Riset mencatat bahwa 93,5-95,1 persen kelompok usia 18-50 tahun sudah memiliki akses keuangan, namun kepemilikan tabungan atau dana pensiun baru mencapai 5,37 persen, jauh di bawah tingkat pemahaman soal pentingnya dana pensiun yang sudah 27,79 persen. Akibatnya, sekitar 82,96 persen rumah tangga lansia masih bergantung pada penghasilan anggota keluarga yang bekerja, sementara kurang dari 1 persen mengandalkan tabungan atau investasi sendiri. Sebanyak 55,32 persen lansia pun masih harus bekerja, dan 84,75 persen di antaranya berada di sektor informal tanpa jaminan pensiun formal.
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika menyatakan bahwa kesiapan menghadapi populasi menua perlu dibangun sejak usia produktif. DBS Foundation menegaskan komitmennya mendukung kesiapan sosial dan finansial masyarakat rentan lintas generasi lewat peningkatan akses pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta literasi dan inklusi keuangan.
Founder Cinta Laura Foundation, Cinta Laura Kiehl, yang turut hadir dalam peluncuran, menyoroti pentingnya kesempatan pendidikan dan pengembangan kapasitas diri sejak dini sebagai fondasi kemandirian di masa depan. Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menekankan perlunya pendekatan life-course lintas sektor agar kebutuhan masyarakat di setiap fase kehidupan dapat terpenuhi, sehingga transisi menuju masyarakat menua dapat menjadi momentum membangun Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera bagi semua generasi.
Sumber: DBS Foundation.





