
PT Akulaku Finance Indonesia bersama dua perusahaan lain dalam naungan Akulaku Group, yakni PT Akulaku Silvrr Indonesia dan PT Bank Neo Commerce Tbk, menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai total Rp75 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran dilakukan melalui Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI).
Bantuan diserahkan secara simbolis di Kantor BAZNAS RI pada 16 September 2026. Dari pihak Akulaku Group, hadir Edy Salim (Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia), Herryson (Direktur Utama PT Akulaku Silvrr Indonesia), dan Adrian Soewardjo (Direktur Operations & IT PT Bank Neo Commerce Tbk). BAZNAS RI diwakili sejumlah pejabatnya, termasuk H. Syarifuddin dan H. Fitriansyah Agus Setiawan.
Untuk Kebutuhan Pangan Pokok
Dana bantuan akan digunakan untuk pengadaan dan distribusi kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan bahan pokok lainnya. Penyalurannya memanfaatkan jaringan kemanusiaan BAZNAS RI dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat di wilayah terdampak selama masa tanggap darurat maupun tahap awal pemulihan.
Edy Salim mengatakan langkah ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit. Ia menambahkan, kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga kemanusiaan penting agar bantuan bisa memberi dampak yang lebih luas dan tepat sasaran.
Akulaku Finance menyatakan komitmennya untuk terus terlibat dalam berbagai inisiatif sosial di Indonesia, termasuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana alam.
Catatan Redaksi. BAZNAS RI berfungsi sebagai lembaga resmi negara yang mengelola zakat, infak, dan dana sosial, termasuk menyalurkannya untuk bantuan bencana lewat jaringan amil di daerah terdampak. Karena punya jaringan lapangan yang sudah mapan hingga ke wilayah terpencil seperti NTT, perusahaan yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan sering memilih menitipkan dana lewat BAZNAS ketimbang mendistribusikannya sendiri, agar barang sampai lebih cepat dan sesuai kebutuhan riil korban.
Sumber: PT Akulaku Finance Indonesia.





