
Pasar kripto kembali diguncang tekanan jual setelah ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus dana keluar (outflow) sekitar US$450 juta dalam satu hari. Berdasarkan data SoSoValue, outflow senilai US$450,33 juta pada Selasa itu menjadi yang terbesar sejak 25 Juni 2026. Pemicunya adalah kegagalan Senat AS meloloskan langkah prosedural untuk melanjutkan pembahasan Digital Asset Market Clarity Act (Clarity Act), rancangan regulasi yang selama ini dinilai krusial untuk memberi kepastian hukum bagi industri aset digital di AS.
Suara di Senat Tak Capai Ambang Batas
Dalam pemungutan suara prosedural tersebut, langkah untuk melanjutkan pembahasan Clarity Act hanya memperoleh 49 suara, sementara dibutuhkan minimal 60 suara agar bisa maju ke tahap berikutnya. Kegagalan ini praktis menutup peluang rancangan regulasi tersebut disahkan lewat Senat sepanjang 2026, meski jalur pembahasan lain masih mungkin ditempuh. Reuters melaporkan sejumlah anggota Demokrat yang sebelumnya ikut bernegosiasi soal rancangan ini turut menolak langkah prosedural tersebut, dengan perdebatan yang melebar ke isu etika dan potensi konflik kepentingan finansial dalam industri kripto.
Baca juga:
Bitcoin dan Aset Kripto Lain Ikut Tertekan
Sentimen negatif ini langsung menyeret harga Bitcoin ke bawah US$76.000, setelah sempat berada di atas US$80.000 pada awal September — sekitar 8% di bawah level tertingginya pada 4 September. Menurut catatan CoinDesk, Bitcoin turun sekitar 1,7% dalam 24 jam, sementara XRP anjlok 8,1% dan Stellar (XLM) turun 9,6%. Dari 100 aset dalam CoinDesk 100 Index, 95 di antaranya melemah, menandakan aset yang lebih sensitif terhadap regulasi AS terkena dampak lebih besar dibanding Bitcoin.
Tekanan juga merembet ke pasar derivatif. Posisi futures dengan leverage senilai lebih dari US$570 juta terlikuidasi dalam 24 jam setelah voting Senat, angka likuidasi terbesar sejak 22 Agustus. Rasio posisi long-short berbalik bearish dengan porsi short mencapai 51,5% dari volume, meski open interest Bitcoin futures justru naik, menandakan masih ada aktivitas baru di tengah pelemahan harga.
Fokus Pasar Bergeser ke The Fed
Selain isu regulasi, perhatian investor kini juga tertuju pada arah kebijakan suku bunga Federal Reserve yang menjadi katalis penting bagi aset berisiko termasuk kripto. Sementara pasar kripto bergejolak, pasar tradisional bergerak berbeda: futures Nasdaq 100 berada di zona positif dan harga emas naik sekitar 0,88% pada periode yang sama. Analis menilai kegagalan Clarity Act menambah ketidakpastian jangka pendek, namun belum tentu menentukan arah jangka panjang Bitcoin dan aset digital lainnya.
Sumber: Nanovest.





