FOMC September 2026: Bagaimana Dampaknya ke Bitcoin dan Ethereum?

FOMC September 2026: Bagaimana Dampaknya ke Bitcoin dan Ethereum?
Ilustrasi (AI)

Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 15-16 September 2026 waktu Amerika Serikat kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto. Platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) Bittime menyoroti bagaimana keputusan suku bunga The Fed, ekspektasi kebijakan moneter, likuiditas, dan sentimen pasar dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya.

Menurut Bittime, dampak keputusan FOMC terhadap harga kripto tidak selalu berupa kenaikan atau penurunan langsung. Respons pasar lebih banyak ditentukan oleh kesesuaian keputusan The Fed dengan ekspektasi yang sudah terbentuk sebelumnya, ketimbang keputusan itu sendiri. Sebagai gambaran, pada Juli 2026 data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan sempat menekan probabilitas kenaikan suku bunga dari 43% menjadi 13%, yang diikuti kenaikan harga Bitcoin sekitar 3,6% dan Ether sekitar 5,3%. Menjelang pertemuan September, data CPI Agustus yang naik 0,4% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan turut mendorong ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Bacaan Lainnya

Bitcoin dan Ethereum Bisa Merespons Berbeda

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan bahwa yang perlu dicermati bukan hanya angka suku bunga, melainkan juga bagaimana keputusan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi pasar serta proyeksi ekonomi yang disampaikan The Fed. Ia menambahkan bahwa pergerakan Bitcoin dan Ethereum pasca-FOMC bisa berbeda, dan faktor lain seperti kondisi ekonomi AS, pergerakan dolar, likuiditas global, serta arus dana turut berperan dalam menentukan arah harga.

Data Long/Short dan Open Interest

Bittime juga memaparkan data pasar derivatif global per 15 September 2026 sore. Pada kontrak ETHUSDT perpetual, 73,76% investor mengambil posisi long dan 26,24% posisi short, dengan rasio long/short 2,81. Sementara pada BTCUSDT perpetual, posisi long tercatat 58,88% berbanding 41,12% posisi short, dengan rasio 1,43. Ryan mengingatkan bahwa data positioning ini hanya memberikan gambaran sentimen pasar, bukan kepastian arah harga, karena posisi dapat berubah cepat saat volatilitas meningkat.

Di tengah potensi volatilitas pasca-FOMC, Bittime Futures menyediakan layanan perdagangan futures kripto yang memungkinkan pengguna mengambil posisi long maupun short. Bittime mengingatkan bahwa transaksi futures memiliki risiko, termasuk dari pergerakan harga dan penggunaan leverage, sehingga pengguna perlu memahami karakteristik produk sebelum bertransaksi.

Sumber: Bittime.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan