Bitcoin Konsolidasi di US$83.000 Imbas Sinyal The Fed Berubah

Bitcoin Konsolidasi di US.000 Imbas Sinyal The Fed Berubah

Ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed untuk Oktober berubah signifikan dalam sepekan terakhir. Peluang The Fed menahan suku bunga kini mencapai 52,9%, berbalik dari pekan sebelumnya yang justru memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 54-55%. Perubahan ini dipicu oleh komentar Presiden The Fed New York John Williams serta perlambatan inflasi PCE inti menjadi 3,3%.

Bitcoin Masih Tertahan di Kisaran US$83.000

Di tengah pergeseran ekspektasi tersebut, Bitcoin (BTC) bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran US$83.400-83.800, setelah sebelumnya sempat menguat mendekati US$87.000. Dalam sepekan terakhir, BTC bergerak pada rentang US$82.581-85.518 atau turun sekitar 1%, dengan FLOQ Trading Desk mencatat US$82.500 sebagai level support dan US$85.500 sebagai resistance.

Bacaan Lainnya

“Pergeseran ekspektasi dari kenaikan ke penahanan suku bunga hanya dalam sepekan menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap setiap sinyal The Fed. Dalam jangka pendek, arah Bitcoin masih sangat ditentukan oleh kebijakan moneter AS,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ, seraya menambahkan bahwa data Non-Farm Payrolls AS awal Oktober berpotensi menjadi katalis penentu arah BTC.

Inflow ETF Tertinggi 2026, tapi Melambat

ETF Bitcoin spot mencatat inflow mingguan sebesar US$2,39 miliar pada pekan yang berakhir 26 September, menjadi inflow mingguan tertinggi sepanjang 2026. IBIT menyerap sekitar US$1,2 miliar dan FBTC sekitar US$701,7 juta. Namun arus dana harian melambat tajam, dari sekitar US$999 juta pada 21 September menjadi hanya US$134 juta pada 25 September. Sementara itu, ETF Ethereum spot mencatat inflow US$689,8 juta pada periode yang sama setelah sebelumnya mengalami outflow.

Di sisi korporasi, Strategy (MSTR) terus menambah kepemilikan Bitcoin hingga totalnya mencapai 847.665 BTC senilai sekitar US$70,77 miliar. Namun rasio mNAV perusahaan berbalik dari premium 1,16 kali menjadi diskon 0,90 kali dalam sepekan, yang menurut Yudhono dapat membatasi kemampuan Strategy menerbitkan saham baru untuk membeli Bitcoin.

Dari sisi domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75%, sementara rupiah menguat ke Rp17.894 per dolar AS pada akhir September setelah sempat melemah ke kisaran Rp17.950-17.998. Pekan ini, pasar akan mencermati rilis data Non-Farm Payrolls, ISM Services PMI, serta risalah FOMC September sebagai katalis arah pasar kripto selanjutnya.

Sumber: FLOQ.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan