Akarsa Garment dan Alas Kaki Tangguh Kolaborasi Produksi Seragam Kerja

Akarsa Garment dan Alas Kaki Tangguh Kolaborasi Produksi Seragam Kerja
Ilustrasi (AI)

PT Akarsa Garment Indonesia dan produsen sepatu nasional Alas Kaki Tangguh mengumumkan kerja sama strategis untuk menghadirkan layanan manufaktur terpadu bagi kebutuhan seragam dan sepatu kerja industri. Kesepakatan yang berlaku selama dua tahun ini ditandatangani di Jakarta pada 15 September 2026, seiring meningkatnya permintaan pengadaan pakaian dan alas kaki kerja dari sektor korporasi maupun pemerintah.

Melalui kemitraan ini, kapasitas produksi pakaian kerja PT Akarsa Garment Indonesia yang mencapai 50.000 unit per bulan digabungkan dengan kapasitas Alas Kaki Tangguh sebesar 10.000 pasang sepatu keselamatan dan sepatu dinas harian per bulan. Skema satu pintu ini memungkinkan perusahaan, BUMN, dan instansi pelayanan publik mengurus pengadaan seragam sekaligus alas kaki kerja tanpa harus berkoordinasi dengan dua vendor berbeda.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Efisiensi Rantai Pasok dan Kontrol Mutu

Kedua perusahaan menyebut langkah ini diambil untuk memangkas waktu tunggu pengadaan serta mengurangi ketidaksesuaian spesifikasi yang kerap muncul saat pemesanan pakaian dan sepatu dilakukan secara terpisah. Mereka juga menerapkan sistem pengawasan mutu bersama yang mencakup konsistensi warna, ketahanan material terhadap standar keselamatan kerja (K3), hingga uji durabilitas jahitan sebelum barang dikirim ke klien.

Manajemen PT Akarsa Garment Indonesia menyatakan bahwa penyatuan lini produksi garmen dan alas kaki ini diharapkan memberi kepastian jadwal pengiriman sekaligus efisiensi biaya logistik hingga 15 persen bagi perusahaan mitra.

Target Pasar dan Fasilitas Produksi

Pada tahap awal kerja sama periode 2026-2028, kedua perusahaan membidik permintaan dari sektor industri pengolahan, energi, logistik, serta instansi pelayanan publik skala nasional. Proses pembuatan sampel dan manajemen layanan dipusatkan di kantor utama PT Akarsa Garment Indonesia di Joglo, Jakarta Barat, sementara produksi skala besar dijalankan di fasilitas pabrik Pemalang, Jawa Tengah, serta jaringan pabrik mitra di Jawa Barat.

Catatan Redaksi. Skema satu pintu semacam ini lazim disebut integrated procurement, di mana satu vendor mengoordinasikan beberapa lini produksi sehingga klien tidak perlu menyesuaikan spesifikasi antar pemasok berbeda, misalnya warna seragam dengan model sepatu. Adapun standar K3 yang disebut merujuk pada ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja yang mewajibkan alas kaki dan pakaian kerja tahan terhadap risiko di lapangan seperti benda tajam, panas, atau bahan kimia, sehingga pengujian durabilitas menjadi bagian penting sebelum barang digunakan pekerja.

Sumber: PT Akarsa Garment Indonesia dan Alas Kaki Tangguh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan