
Harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual dalam perdagangan hari ini. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai pada time frame harian harga emas berpeluang melemah menuju area support di kisaran 4.237 hingga 4.204. Menurutnya, penurunan ini merupakan bagian dari secondary trend setelah emas sebelumnya mengalami kenaikan cukup signifikan, sehingga koreksi ke level tersebut masih tergolong wajar dalam struktur pasar.
Dupoin Futures menekankan pentingnya membedakan antara koreksi biasa dan pembalikan tren utama. Selama zona 4.237–4.204 masih mampu menahan tekanan jual, peluang emas untuk kembali mengikuti tren utamanya dinilai tetap terbuka. Namun jika support tersebut tertembus dan harga bertahan di bawahnya, risiko pelemahan lanjutan disebut bisa semakin besar.
Baca juga:
- Harga Emas 1 September 2026: XAUUSD Gagal Tembus 4.464
- Prudential Syariah Raih Indonesia Best CMO Awards 2026
Faktor Geopolitik dan Harga Minyak
Di luar faktor teknikal, Dupoin Futures turut menyoroti eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz, yang mendorong harga minyak naik lebih dari US$4 per barel. Kenaikan harga energi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi inflasi, yang pada gilirannya dapat membatasi ruang bagi bank sentral AS (The Fed) untuk melonggarkan kebijakan suku bunga.
Perubahan ekspektasi suku bunga tersebut biasanya tercermin pada pergerakan yield obligasi Treasury AS dan nilai tukar dolar. Ketika yield naik, emas—sebagai aset tanpa imbal hasil bunga—cenderung tertekan. Sebaliknya, pelemahan yield dan dolar AS berpotensi memberi dukungan bagi harga emas, terutama jika pasar kembali memperkirakan kebijakan The Fed akan lebih longgar.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik akibat ketegangan AS-Iran juga bisa mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven. Dupoin Futures menyebut area 4.237–4.204 sebagai level kunci untuk menakar apakah pelemahan yang terjadi hanya bersifat sementara atau berpotensi berkembang menjadi tren penurunan yang lebih dalam.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.





