Harga Minyak WTI Hari Ini 3 November 2026: Waspada Koreksi ke US$89,28

Harga Minyak WTI Hari Ini 3 November 2026: Waspada Koreksi ke US,28
Ilustrasi (AI)

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) masih berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (3/11/2026), meski ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai tren harga WTI pada grafik harian masih menunjukkan kecenderungan melemah.

Sinyal Teknikal Double Top dan Bearish Divergence

Menurut analisis Dupoin Futures, pola Double Top yang terbentuk mengindikasikan harga kesulitan melanjutkan kenaikan setelah menguji area puncak, menandakan kekuatan pembeli mulai berkurang. Sinyal ini diperkuat oleh Bearish Divergence pada indikator teknikal, yang menunjukkan momentum kenaikan tak lagi sejalan dengan pergerakan harga. Dupoin Futures memproyeksikan rentang US$92,39 hingga US$89,28 sebagai area support yang berpotensi menjadi tujuan penurunan berikutnya.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Dari sisi fundamental, harga minyak sempat tertekan setelah muncul harapan bahwa Amerika Serikat dan Iran dapat mencapai kesepakatan untuk meredakan konflik, yang mengurangi kekhawatiran atas gangguan pasokan. Namun, laporan serangan AS terhadap Pulau Qeshm di Iran kembali memicu kekhawatiran atas kelancaran distribusi minyak melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran yang berperan penting dalam perdagangan energi global.

Keputusan OPEC+ untuk mempertahankan target produksi pada Desember turut menjadi perhatian pelaku pasar, bersama perkembangan data persediaan minyak Amerika Serikat yang dapat memberi petunjuk mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan. Kondisi ini membuat WTI menghadapi dua sentimen yang berlawanan: sinyal teknikal yang mengarah ke pelemahan, serta potensi gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah yang dapat menahan penurunan harga.

Dupoin Futures menegaskan bahwa analisis ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi, mengingat perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Catatan Redaksi. Double Top dan Bearish Divergence adalah pola pada grafik yang biasa dipakai analis teknikal untuk membaca kemungkinan arah harga ke depan, bukan bukti pasti. Selat Hormuz sendiri penting disorot karena menjadi jalur pelayaran utama bagi minyak dari Timur Tengah ke pasar global, sehingga gangguan di sekitar wilayah itu kerap langsung memengaruhi ekspektasi harga minyak dunia.

Sumber: PT Dupoin Futures Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan