Harga Emas 3 November 2026: Support US$3.890, Resistance US$3.970

Harga Emas 3 November 2026: Support US.890, Resistance US.970
Ilustrasi (AI)

Harga emas dunia (XAUUSD) berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (3/11/2026), setelah sebelumnya menyentuh target awal di level US$3.940. Meski demikian, pasar masih membuka peluang terjadinya koreksi sementara sebelum harga melanjutkan arah naiknya, menyusul perkembangan kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan pergerakan dolar AS yang menjadi perhatian utama pelaku pasar pekan ini.

Geraldo Kofit, analis dari Dupoin Futures, dalam analisis teknikal pada timeframe empat jam (H4) menyebut bahwa setelah mencapai US$3.940, harga emas berpotensi mengalami pullback menuju area support di kisaran US$3.890–US$3.907. Fase ini dinilai sebagai proses penyesuaian harga sebelum pasar menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Support Jadi Kunci Arah Pergerakan

Zona US$3.890–US$3.907 disebut sebagai area krusial. Apabila harga mampu bertahan di atas rentang tersebut, momentum bullish berpotensi berlanjut dan membuka ruang bagi emas untuk menguji resistance di kisaran US$3.960–US$3.970. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan mendorong harga menembus level support, prospek penguatan perlu dievaluasi ulang karena berisiko berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam.

Dari sisi fundamental, pemulihan harga emas turut ditopang oleh pelemahan dolar AS dan turunnya harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi. Emas sempat tertekan hingga menyentuh level terendah dalam satu tahun sebelum kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, ekspektasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) dapat kembali menaikkan suku bunga pada Desember masih membayangi prospek kenaikan emas, mengingat instrumen ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Selain kebijakan moneter, investor juga akan mencermati hasil pemilu paruh waktu AS serta rilis data tenaga kerja pekan ini. Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan dapat mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed dan mendukung pemulihan emas, sementara data yang kuat berpotensi memperkuat pandangan hawkish dan membatasi kenaikan harga. Dupoin Futures menegaskan bahwa analisis ini merupakan gambaran skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi, mengingat perdagangan berjangka mengandung risiko kerugian yang signifikan.

Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan