
BRI Branch Office Kutoarjo terus memperluas jaringan BRILink Agen sebagai upaya mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah kerjanya. Program ini memungkinkan pelaku usaha mikro menjadi titik layanan transaksi perbankan sekaligus mengembangkan bisnis mereka sendiri.
Salah satu mitra yang menjalankan peran ganda tersebut adalah Petri Diana, pemilik toko pakaian dan aksesoris di Jalan Marditomo, Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Petri bergabung sebagai BRILink Agen sejak 21 Juni 2017 dan sejak itu melayani kebutuhan transfer serta tarik tunai bagi nasabah simpanan maupun peminjam BRI di sekitar tokonya.
Baca juga:
Tambahan Pendapatan dari Layanan Transaksi
Menurut Petri, menjadi Agen BRILink memberinya peluang mengembangkan usaha toko pakaian sekaligus memperoleh pemasukan tambahan dari layanan transaksi keuangan. Ia mengaku senang karena bisa membantu masyarakat sekitar memenuhi kebutuhan transaksi perbankan tanpa harus pergi jauh ke kantor cabang.
Branch Office Head BRI Kutoarjo, Tri Suseno, menyebut BRILink Agen sebagai mitra strategis yang memperluas jangkauan layanan perbankan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Saat ini jumlah BRILink Agen di wilayah kerja BRI BO Kutoarjo tercatat sebanyak 938 agen, dengan pembinaan rutin berupa edukasi prosedur transaksi dan keamanan bertransaksi bagi para agen.
Tri menambahkan bahwa pendampingan berkelanjutan diharapkan membuat para agen semakin memahami layanan dan prosedur transaksi, sehingga dapat memberikan pelayanan yang aman dan sesuai ketentuan, sekaligus mendorong usaha para agen tumbuh lebih luas.
Catatan Redaksi. BRILink merupakan skema branchless banking atau dikenal juga sebagai laku pandai, yaitu model yang memungkinkan bank menitipkan layanan transaksi dasar seperti transfer dan tarik tunai kepada pemilik usaha mikro lewat aplikasi atau mesin EDC, tanpa perlu membuka kantor cabang baru. Agen mendapat komisi kecil dari tiap transaksi yang diproses, sementara nasabah di daerah yang jauh dari cabang bank tetap bisa bertransaksi perbankan di warung atau toko terdekat. Skema semacam ini menjadi salah satu cara utama perbankan menjangkau wilayah dengan infrastruktur cabang terbatas, sejalan dengan agenda inklusi keuangan yang didorong regulator.
Sumber: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 11/Yogyakarta.





