Analis Dupoin Futures memperkirakan harga minyak WTI masih berpotensi melemah pekan depan setelah gagal menembus resistance kunci, meski risiko geopolitik di Timur Tengah bisa memicu rebound mendadak.
Analis Dupoin Futures memperkirakan harga minyak WTI masih berpotensi melemah pekan depan setelah gagal menembus resistance kunci, meski risiko geopolitik di Timur Tengah bisa memicu rebound mendadak.
Berita Terkait
Headlines
Tag: harga minyak
Harga Minyak WTI Berpotensi Turun ke Level 83-86 Dolar
Analis memperkirakan harga minyak WTI masih berpotensi melemah menuju support 86,68-83,42 dolar per barel setelah ekspor Timur Tengah meningkat dan G7 berencana melepas cadangan darurat.
Harga Minyak WTI Naik ke US$90, tapi Diprediksi Turun ke US$84,95
WTI sempat menguat mendekati US$90 per barel akibat ancaman badai dan ketegangan Timur Tengah, namun analis menilai ini hanya koreksi dalam tren bearish yang bisa berlanjut ke US$84,95.
Harga Minyak WTI Hari Ini Diprediksi Melemah ke 86,40-83,60
Dupoin Futures menilai WTI berpotensi melanjutkan koreksi ke zona support 86,40-83,60 dolar AS per barel setelah gagal menembus resistance di 92,37-94,71.
Harga Minyak WTI Naik Tipis ke US$89,72, Rawan Koreksi ke 86-88
WTI naik tipis ke US$89,72 per barel usai bantahan Trump soal pelonggaran sanksi Iran, namun Dupoin Futures melihat peluang koreksi menuju area support 88,67-86,61 dolar AS selama harga belum menembus 96,50-99,06.
Harga Minyak WTI Hari Ini: Berpotensi Turun ke Level 88,67
Analisis Dupoin Futures menyebut harga minyak WTI berisiko terkoreksi ke zona 88,67–86,61 meski secara fundamental masih tertopang kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik AS-Iran.
Harga Minyak WTI 28 September 2026: Naik di Tengah Konflik AS-Iran
Harga minyak dunia menguat lebih dari 1% usai Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian Iran, namun analis menilai WTI masih berpotensi melemah secara teknikal.
Harga Minyak WTI Berpotensi Lanjut Turun ke Level 96 Dolar
Dupoin Futures memprediksi harga minyak WTI masih berpeluang melemah setelah anjlok lebih dari 3%, dipicu pola teknikal Rising Wedge dan lonjakan pasokan dari Arab Saudi.
Bitcoin Tembus US$100.000? CEO FLOQ Ungkap Syaratnya
CEO FLOQ Yudhono Rawis menilai target Bitcoin ke US$100.000 bergantung pada mereda atau tidaknya konflik AS-Iran serta pergerakan harga minyak dan kebijakan suku bunga The Fed.
Bitcoin Sempat Cetak Level Tertinggi 5 Minggu, Lalu Terkoreksi
Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi dalam lima minggu sebelum terkoreksi akibat lonjakan harga minyak dunia dan kekhawatiran inflasi. Analis menilai peluang penguatan masih terbuka asal didukung stabilisasi makro dan arus dana institusional.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.

