Harga Minyak WTI Hari Ini: Support US$96,54, Target US$106,61

Harga Minyak WTI Hari Ini: Support US,54, Target US6,61
Ilustrasi (AI)

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat mengalami gap down pada pembukaan perdagangan setelah sebelumnya menyentuh level sekitar US$104 per barel. Pelemahan ini dinilai sebagai tanda tekanan jual pasca kenaikan tajam, namun belum dianggap mengakhiri tren bullish yang sedang berlangsung.

Support dan Resistance Jadi Sorotan

Menurut analisis Dupoin Futures, struktur teknikal WTI pada timeframe mingguan masih membuka peluang penguatan lanjutan. Level US$96,54 disebut sebagai support utama yang perlu dijaga, sementara US$106,61 menjadi target resistance berikutnya jika tren naik berlanjut. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menyebut bahwa resistance minor yang telah ditembus berpotensi berubah fungsi menjadi support baru bagi harga.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Dupoin Futures memproyeksikan kemungkinan harga WTI melakukan pullback untuk menguji ulang area US$96,54 sebelum menentukan arah selanjutnya. Jika support tersebut mampu bertahan dan momentum beli kembali menguat, harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju US$106,61. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut hingga menembus level tersebut, skenario kenaikan perlu dievaluasi ulang.

Faktor Fundamental dan Geopolitik

Dari sisi fundamental, pasar minyak masih dibayangi kemungkinan pelonggaran sanksi Amerika Serikat terhadap ekspor energi Rusia, yang berpotensi menambah pasokan global dan menekan harga. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dinilai dapat membatasi penurunan harga karena meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi dunia.

Dupoin Futures menegaskan bahwa analisis tersebut merupakan gambaran skenario pasar berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian pergerakan harga maupun rekomendasi transaksi, mengingat perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Catatan Redaksi. Dalam analisis teknikal, resistance yang berhasil ditembus harga memang lazim berubah fungsi menjadi support, karena level itu kini jadi acuan psikologis baru, pembeli yang dulu menunggu di level tersebut cenderung masuk saat harga turun mendekatinya. Secara fundamental, pelonggaran sanksi energi Rusia menambah pasokan minyak ke pasar global sehingga menekan harga, sementara ketegangan di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran gangguan jalur distribusi sehingga menahan penurunan.

Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan