
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diproyeksikan berpotensi melanjutkan pelemahan setelah pergerakannya tertahan di zona resistance US$94,39-96,51. Menurut analisis harian Dupoin Futures, kondisi tersebut membuka peluang koreksi melalui pola ABC Correction dengan target penurunan menuju area support US$89,53-87,92.
Resistance Jadi Penentu Arah
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai zona resistance US$94,39-96,51 menjadi area krusial yang akan menentukan arah pergerakan harga minyak selanjutnya. Selama harga belum mampu menembus level tersebut, tekanan bearish dinilai masih berpotensi berlanjut karena mengindikasikan momentum kenaikan belum cukup kuat.
Baca juga:
- Harga Emas Hari Ini: Pola Double Bottom Buka Peluang Penguatan
- Harga Minyak WTI Turun ke US$90,55 per Barel, Apa Penyebabnya?
Risiko Geopolitik Jadi Penyeimbang
Di sisi lain, meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah berpotensi menjadi faktor pendukung harga minyak. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dan jalur distribusi energi global dapat mendorong pelaku pasar memperhitungkan keterbatasan ketersediaan minyak, yang pada akhirnya bisa memberi dorongan penguatan harga.
Sebaliknya, prospek meredanya konflik Rusia-Ukraina dapat membatasi kenaikan harga apabila perkembangan diplomatik membuka jalan pemulihan pasokan energi. Ekspektasi tambahan pasokan ini berpotensi menekan harga, terutama jika permintaan global tidak tumbuh cukup kuat untuk menyerapnya.
Dupoin Futures menekankan bahwa proyeksi tersebut merupakan gambaran kemungkinan pergerakan pasar berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental saat ini, bukan kepastian harga atau rekomendasi transaksi. Pelaku pasar disarankan tetap mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah maupun Rusia-Ukraina serta keseimbangan pasokan-permintaan minyak global dalam mengelola risiko.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.





