
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dinilai masih berpotensi melanjutkan tren pelemahan, di tengah harapan tercapainya kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut pergerakan minyak pada timeframe harian masih menunjukkan kecenderungan bearish.
Sinyal Teknikal Bearish
Menurut analisis tersebut, pola Double Top yang terbentuk pada grafik harga disertai indikasi Bearish Divergence menjadi penanda melemahnya momentum kenaikan. Dua sinyal ini mengindikasikan tekanan jual masih berpotensi mendominasi pergerakan harga minyak dalam waktu dekat.
Baca juga:
- Harga Emas 3 November 2026: Support US$3.890, Resistance US$3.970
- Harga Minyak Dunia Hari Ini: WTI Tertahan di Resistance US$104,84
Berdasarkan pembacaan tersebut, area support yang menjadi perhatian berada pada kisaran US$89,97 hingga US$86,82. Zona ini diperkirakan menjadi tujuan pelemahan selanjutnya apabila tekanan jual berlanjut dan belum ada sinyal pembalikan arah yang signifikan.
Bayang-Bayang Diplomasi AS-Iran
Dari sisi fundamental, pergerakan harga minyak dunia masih sangat dipengaruhi oleh dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran. Mengutip laporan Reuters, harga minyak sebelumnya tertekan setelah muncul harapan bahwa konflik kedua negara dapat mereda melalui jalur diplomasi, yang berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Namun, situasi antara kedua negara dinilai belum sepenuhnya stabil. Selama kesepakatan belum tercapai, pasar energi global disebut masih rentan terhadap perubahan sentimen—setiap eskalasi ketegangan dapat kembali memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak dunia.
Dupoin Futures menegaskan bahwa analisis ini merupakan gambaran skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi, mengingat perdagangan berjangka mengandung risiko kerugian yang signifikan.
Catatan Redaksi. Double Top dan Bearish Divergence adalah pola dalam analisis teknikal yang menandakan momentum kenaikan harga mulai melemah, sehingga analis memperkirakan harga lebih mungkin turun menuju level tertentu yang disebut support. Harga minyak sensitif terhadap hubungan AS-Iran karena Iran adalah produsen minyak dan berada di jalur Teluk Persia, kawasan yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dunia, sehingga ketegangan di sana kerap memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.
Sumber: Dupoin Futures (PT Dupoin Futures Indonesia).





