
Harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan berpeluang mengalami pemulihan jangka pendek pada perdagangan awal pekan ini, setelah sebelumnya tertekan hingga membentuk titik terendah baru. Analisis dari Dupoin Futures Indonesia menyebut potensi rebound ini muncul di tengah bayang-bayang ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih ketat.
Menurut Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, pergerakan emas pada grafik empat jam menunjukkan peluang pembentukan tren naik sekunder setelah harga turun ke kisaran US$3.890 hingga US$3.869. Pada level tersebut, XAUUSD membentuk swing low baru yang berpotensi menjadi titik awal pemulihan. Indikator Stochastic yang sudah memasuki area oversold atau jenuh jual memperkuat peluang tersebut, meski Dupoin Futures mengingatkan bahwa sinyal ini belum tentu langsung diikuti pembalikan arah harga dan tetap memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Baca juga:
- Harga Emas Pekan Depan Berisiko Turun ke US$3.946, Ini Sebabnya
- Harga Emas Hari Ini 28 Oktober 2026: Waspadai Arah The Fed dan Dolar AS
Target Kenaikan dan Risiko Pembatas
Dalam skenario teknikal yang disusun Dupoin Futures, apabila tekanan beli berlanjut, harga emas berpotensi bergerak menuju area resistance terdekat di kisaran US$3.976 hingga US$4.002. Namun, peluang penguatan ini masih dibatasi oleh sentimen fundamental, termasuk kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Desember serta tekanan di pasar saham teknologi yang mendorong sejumlah investor melepas aset demi kebutuhan likuiditas.
Perhatian pelaku pasar pekan ini akan tertuju pada rilis data ekonomi AS, khususnya laporan Institute for Supply Management (ISM) dan Non-Farm Payrolls (NFP). Kedua indikator tersebut menjadi acuan penting bagi The Fed dalam menentukan arah suku bunga ke depan. Jika data menunjukkan pelemahan ekonomi, ekspektasi kenaikan suku bunga bisa mengecil dan membuka ruang bagi emas untuk menguat. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan dapat mempertahankan nada hawkish The Fed dan memperkuat dolar AS, sehingga membatasi peluang kenaikan XAUUSD.
Dupoin Futures menegaskan bahwa analisis ini merupakan gambaran skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi, mengingat perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.
Sumber: Dupoin Futures Indonesia (PT. Dupoin Futures Indonesia).





