CEO FLOQ Yudhono Rawis: Retail Tetap Motor Pasar Kripto

CEO FLOQ Yudhono Rawis: Retail Tetap Motor Pasar Kripto

Meningkatnya keterlibatan investor institusi diproyeksikan mengubah struktur pasar aset kripto pada siklus mendatang. Namun menurut CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, besarnya modal institusional tidak akan menggeser peran investor retail yang selama ini menjadi penggerak utama aktivitas dan adopsi aset digital.

Berbicara dalam panel “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” di ajang CoinFest Asia 2026, Bali, pada 21 Agustus 2026, Yudho menyebut institusi dan retail memainkan peran yang saling melengkapi. Modal institusi berpotensi membentuk price floor dan menambah kedalaman pasar, sementara retail memberikan kecepatan dan memperluas basis partisipasi. Yudho tampil bersama CEO Nansen Alexander Svanevik, Co-Founder Yellow Alexis Sirkia, dan Founder Polyburg Andreas Tobing, dengan moderator Felita Setiawan.

Bacaan Lainnya

Basis Retail Indonesia Terus Tumbuh

Yudho menyoroti Indonesia sebagai contoh bagaimana basis investor retail yang besar bisa menciptakan dinamika pasar tersendiri. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,69 juta hingga Juni 2026, naik 1,32 persen dari bulan sebelumnya. Nilai transaksi aset kripto pada periode yang sama tercatat Rp28,58 triliun, melonjak 24,20 persen dibanding Mei 2026.

Sinyal Modal Institusi Kembali Masuk

Di sisi global, survei CoinShares terhadap investor pengelola sekitar US$1,16 triliun aset menunjukkan alokasi ke aset digital naik menjadi 1,2 persen pada Juli 2026, kenaikan pertama sejak aksi jual Oktober 2025 yang sepenuhnya didorong institusi. Produk investasi aset digital juga mencatat arus masuk sekitar US$2,2 miliar dalam sepekan hingga 20 Agustus 2026, tertinggi sepanjang tahun berjalan, dengan mayoritas mengalir ke produk berbasis Bitcoin.

Yudho mengingatkan bahwa institusionalisasi pasar bukan berarti siklus berikutnya sepenuhnya dikuasai investor besar. Ia menilai kelompok investor kelas menengah dan retail tetap dibutuhkan untuk memperluas partisipasi. Ia juga menyebut struktur pasar kini lebih kompleks karena dipengaruhi likuiditas global, ETF, derivatif, stablecoin, hingga tokenisasi aset tradisional, sehingga investor baru disarankan mengutamakan disiplin dan manajemen risiko ketimbang menebak titik tertinggi atau terendah pasar.

Sumber: FLOQ.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan