
Sherine Kiatandi menjadi salah satu sorotan dalam Wisuda ke-75 BINUS University yang berlangsung pada 8-9 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Dari total 4.758 wisudawan yang dilantik, ia lulus dengan predikat Summa Cum Laude dari program studi Visual Communication Design – New Media, BINUS @Alam Sutera.
Pencapaian tersebut bermula dari kesempatan mendapatkan beasiswa penuh, yang datang di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sempat membuatnya ragu melanjutkan kuliah. Sherine mengaku sebelumnya berpikir untuk langsung bekerja demi membantu keluarga, sehingga kesempatan berkuliah di BINUS University menjadi titik balik penting dalam hidupnya.
Kuliah Sambil Bekerja dan Berbisnis
Selama empat tahun masa studi, Sherine tidak hanya fokus pada akademik. Sejak semester dua ia sudah bekerja penuh waktu sebagai graphic designer, sambil menerima proyek desain lepas dan mengikuti berbagai bazaar. Dalam dua tahun terakhir, ia turut membangun Ruang Gambar, sebuah usaha yang mengajak rekan-rekannya mengajar anak-anak menggambar sekaligus menghasilkan pendapatan tambahan.
Di sisi prestasi, Sherine pernah menyabet Juara 1 kompetisi desain kemasan yang digelar Teh Sosro, serta memenangkan kompetisi desain logo untuk Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Pengalaman-pengalaman itu, menurutnya, membentuknya menjadi pribadi yang lebih adaptif dalam berkomunikasi, bekerja sama, dan memimpin tim dengan berbagai karakter berbeda.
Kepada mahasiswa yang masih menjalani perkuliahan, Sherine berpesan agar tidak memandang kesulitan sebagai kemunduran. Ia mengibaratkannya seperti anak panah yang perlu ditarik ke belakang terlebih dahulu sebelum dapat melesat lebih jauh ke depan.
Catatan Redaksi. Summa Cum Laude adalah predikat kelulusan tertinggi di jenjang sarjana, biasanya diberikan pada lulusan dengan indeks prestasi kumulatif mendekati sempurna, di atas predikat Cum Laude dan Magna Cum Laude. Beasiswa penuh seperti yang diterima Sherine umumnya mencakup biaya kuliah selama masa studi dan diberikan lewat seleksi berbasis prestasi akademik atau kondisi ekonomi, sehingga menjadi salah satu jalur bagi calon mahasiswa dari keluarga terbatas secara finansial untuk tetap menempuh pendidikan tinggi.
Sumber: BINUS University.





