
Industri aset kripto dan teknologi blockchain dinilai memasuki fase pertumbuhan baru yang ditandai percepatan adopsi, khususnya pada tokenisasi aset keuangan. Tren ini sejalan dengan pandangan Founder Cardano, Charles Hoskinson, yang menyebut blockchain kini tumbuh eksponensial seiring meluasnya penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan tokenisasi.
Blockchain Mulai Bergerak ke Sektor Keuangan
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergeseran ini menunjukkan kripto tidak lagi sekadar instrumen perdagangan, melainkan mulai menjadi infrastruktur bagi berbagai kebutuhan keuangan. Menurutnya, tokenisasi saham dan ETF menjadi salah satu perkembangan paling menarik karena membuka cara baru dalam menerbitkan, mentransaksikan, dan menyelesaikan aset keuangan. Ia menambahkan, pertumbuhan adopsi teknologi biasanya berjalan bertahap sebelum melaju lebih cepat saat infrastruktur, regulasi, dan kebutuhan pasar bertemu.
Baca juga:
- Badan Usaha Pemilik Aset Kripto di Indonesia 2026: Naik 92,8% Jadi 943
- Kripto Indonesia 2026: Peringkat Turun ke-14, Pengguna Naik 39%
Tokenisasi Jadi Tren Utama
Data internal FLOQ menunjukkan nilai ekuitas yang ditokenisasi melonjak dari sekitar US$600 juta pada awal 2025 menjadi sekitar US$3 miliar. Yudho menyebut lonjakan ini sebagai bagian dari perubahan struktural industri keuangan, bukan sekadar tren sesaat. Ia menekankan bahwa ke depan, yang penting bukan hanya besaran nilainya, tetapi juga bagaimana ekosistem ini membangun standar keamanan, transparansi, dan kepatuhan yang bisa diterima secara luas.
Tantangan Adopsi dan Regulasi
Yudho mengingatkan bahwa pertemuan blockchain, AI, dan tokenisasi membuka potensi transformasi besar bagi sektor keuangan, namun harus diikuti tata kelola dan perlindungan konsumen yang kuat. Ia memperkirakan kematangan industri kripto ke depan tidak lagi diukur semata dari kenaikan harga aset, melainkan dari seberapa luas blockchain terpakai dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Sumber: FLOQ.





