Prediksi Harga Emas Pekan Ini: NFP Penentu, Waspadai Level 4.236

Prediksi Harga Emas Pekan Ini: NFP Penentu, Waspadai Level 4.236
Ilustrasi (AI)

Harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual menjelang perdagangan pekan depan, setelah melemah dalam beberapa sesi terakhir. Mengutip Reuters, harga emas tercatat turun sekitar 0,6% menjadi US$4.154,78 per troy ounce pada Jumat lalu, dan berada di jalur penurunan lebih dari 3% sepanjang pekan akibat penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi AS.

Level 4.236 Jadi Titik Kunci

Berdasarkan analisis tim riset Dupoin Futures, struktur harga emas pada grafik H4 masih menunjukkan tren bearish yang dominan. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut area Fibonacci 61,8% di level 4.236 sebagai zona penting yang perlu dicermati pekan depan. Level tersebut sekaligus merupakan area Golden Ratio yang berpotensi menjadi resistance jika terjadi koreksi naik.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Jika harga emas naik mendekati 4.236 namun kembali mengalami penolakan (rejection), peluang pelemahan lanjutan menuju support di 4.110 dinilai masih terbuka. Sebaliknya, apabila XAUUSD berhasil menembus dan bertahan di atas 4.236, skenario bearish tersebut perlu dievaluasi ulang karena momentum pemulihan bisa menguat.

NFP Jadi Faktor Penentu

Dari sisi fundamental, arah pasar emas pekan depan akan sangat dipengaruhi oleh data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat, yang berdampak langsung pada ekspektasi kebijakan Federal Reserve serta pergerakan dolar AS dan yield Treasury. Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, disertai kenaikan tingkat pengangguran atau perlambatan upah, dapat mengurangi tekanan terhadap dolar dan membuka ruang rebound bagi emas. Sebaliknya, NFP yang lebih kuat dari ekspektasi berpotensi memperkuat dolar dan yield sehingga menambah tekanan jual pada emas.

Sebagai gambaran kondisi pasar saat ini, yield Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,344%, level tertinggi sejak 2002, sebelum turun kembali ke sekitar 5,25%. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS berada di kisaran 102, level tertinggi dalam 17 bulan terakhir. Kombinasi yield tinggi dan dolar yang kuat ini dinilai menjadi pembatas utama ruang penguatan emas dalam waktu dekat.

Sumber: Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan