Harga Minyak WTI Hari Ini: Berpotensi Turun ke Level 88,67

Harga Minyak WTI Hari Ini: Berpotensi Turun ke Level 88,67
Ilustrasi (AI)

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian konflik Amerika Serikat dan Iran serta status pembukaan kembali Selat Hormuz. Kendati sentimen geopolitik memberi dukungan harga, analisis teknikal dari Dupoin Futures menunjukkan WTI masih berpotensi menghadapi tekanan jual dalam perdagangan pekan ini.

Menurut analisis Dupoin Futures, pergerakan WTI pada timeframe harian belum mampu ditutup di atas zona resistance pada kisaran 96,50–99,06. Kegagalan menembus level tersebut dibaca sebagai indikasi tekanan jual yang masih berlanjut, sehingga membuka peluang terbentuknya pola koreksi ABC dengan target penurunan menuju area support 88,67–86,61.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Sentimen Geopolitik Masih Jadi Penopang

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut zona 96,50–99,06 sebagai level kunci yang menentukan arah pergerakan WTI selanjutnya. Selama harga belum menembus dan bertahan di atas area itu, peluang koreksi turun dinilai masih terbuka.

Di sisi lain, faktor fundamental justru masih menopang harga. Berdasarkan laporan Reuters yang dikutip Dupoin Futures, WTI sempat naik sekitar 0,8 persen ke level US$93,32 per barel, sementara Brent naik 0,6 persen ke US$105,91 per barel, seiring kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah. Meski demikian, ekspor minyak dari produsen utama kawasan tersebut tercatat mulai pulih ke sekitar 12,8 juta barel per hari pada September, level tertinggi sejak Februari, meski tantangan logistik masih membayangi kelancaran distribusi.

Upaya diplomatik melalui mediator Qatar disebut masih berlangsung, namun belum menghasilkan kepastian soal pembukaan kembali Selat Hormuz. Dupoin Futures menilai kombinasi risiko geopolitik dan sinyal teknikal ini membuat harga WTI berpotensi tetap volatil, dengan skenario pelemahan menuju 88,67–86,61 masih menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam waktu dekat.

Catatan Redaksi. Pola koreksi ABC adalah konsep analisis teknikal yang menggambarkan pergerakan harga turun dalam tiga tahap setelah gagal menembus level resistance, dipakai analis untuk memperkirakan area harga berikutnya, bukan kepastian. Selat Hormuz sendiri adalah jalur laut sempit di Timur Tengah yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk, sehingga ancaman gangguan di sana biasa memicu kekhawatiran pasokan dan mendorong harga minyak naik meski secara teknikal tren sedang melemah.

Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan