
Harga emas dunia (XAUUSD) tertekan tajam pada perdagangan awal pekan ini. Spot gold sempat anjlok hingga sekitar US$4.111 per ounce, level terendah sejak awal Agustus, seiring lonjakan imbal hasil (yield) obligasi Treasury Amerika Serikat, penguatan dolar AS, dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).
Reuters melaporkan harga emas turun hingga 4% pada Senin ke level tersebut, bersamaan dengan yield Treasury tenor 10 tahun yang menyentuh titik tertinggi sejak Juni 2007. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 70% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober mendatang, sebuah sentimen yang menambah tekanan bagi aset non-yield seperti emas.
Baca juga:
- Prospek Emas Masih Positif Meski Dihadapkan pada Volatilitas Pasar Global
- Emas Bangkit Kuat Pasca Koreksi, Peluang Kenaikan Masih Terbuka di Tengah Gejolak Global
Sinyal Teknikal Mengarah ke Rebound
Meski tertekan secara fundamental, analisis teknikal dari Dupoin Futures menunjukkan peluang koreksi naik dalam jangka pendek. Pada timeframe H1, harga emas membentuk pola Bullish Engulfing di sekitar level support 4.111, yang mengindikasikan mulai munculnya tekanan beli setelah penurunan tajam.
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai level 4.111 menjadi area krusial bagi pergerakan emas dalam waktu dekat. Selama support tersebut mampu bertahan, XAUUSD berpeluang bergerak naik menuju resistance terdekat di kisaran 4.160 hingga 4.202. Namun, penguatan itu masih dipandang sebagai koreksi teknikal terhadap tren pelemahan yang lebih besar, bukan pembalikan arah sepenuhnya.
Selain yield dan dolar AS, harga minyak yang tetap tinggi akibat ketegangan geopolitik AS-Iran turut menambah kekhawatiran inflasi sekaligus menopang permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Kombinasi faktor ini membuat pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan harga di sekitar area resistance, serta perkembangan dolar AS, yield Treasury, harga minyak, dan situasi AS-Iran sebagai katalis utama emas ke depan.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.





