
Dalam desain interior, kualitas furniture tidak hanya ditentukan oleh tampilan permukaan, warna, atau motif. Bagian tepi yang sering luput dari perhatian ternyata punya peran penting, yakni lapisan edgeband atau material edging yang menutupi sisi material inti seperti particle board, MDF, dan plywood.
Melindungi dari Air dan Benturan
Furniture seperti kitchen set, lemari, meja kerja, hingga kabinet penyimpanan kerap terpapar benturan, gesekan, dan kelembapan setiap hari. Karena tidak semua material inti furniture tahan air, bagian tepi yang tidak terlindungi dengan baik berisiko membuat air merembes dan merusak struktur di dalamnya.
Kevin Octavius, Sales & Marketing Manager PT AICA Indonesia, menyebut edgeband sebagai material berukuran kecil namun berperan besar. Menurutnya, lapisan ini membantu menjaga ketahanan furniture dari risiko penggunaan sehari-hari, terutama paparan air dan benturan.
Menyempurnakan Tampilan Akhir
Selain fungsi proteksi, edgeband juga membuat tampilan furniture lebih rapi karena menutup material inti yang seharusnya tidak terlihat. Pemilihan warna dan motif edgeband yang serasi dengan permukaan furniture turut mendukung kesan desain yang lebih harmonis, baik untuk hunian pribadi maupun ruang komersial seperti kantor dan hotel.
Meski begitu, edgeband bukan jaminan furniture sepenuhnya tahan air. Ketahanan tetap bergantung pada kualitas material inti, perekat, presisi pemasangan, serta perawatan rutin. Karena itu, pemilihan edgeband perlu dipandang sebagai satu kesatuan dari sistem finishing furniture secara keseluruhan.
Catatan Redaksi. Edgeband biasanya berbahan PVC, ABS, atau veneer kayu yang direkatkan dengan lem panas (hot melt adhesive) menggunakan mesin edgebanding agar menyatu rapat dengan sisi panel. Sistem ini lazim dipakai karena material inti seperti particle board dan MDF terbuat dari serat atau partikel kayu yang dipadatkan, sehingga sisi potongannya berpori dan mudah menyerap kelembapan jika dibiarkan terbuka.
Sumber: PT AICA Indonesia.





