
PT SUCOFINDO (Persero) kembali menggelar Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di Bali sebagai ajang penghargaan bagi perusahaan dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata. Mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, acara ini bertujuan mendorong inovasi yang memperkuat daya saing bisnis sekaligus ketangguhan sosial dan lingkungan.
Acara yang berlangsung di Denpasar ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudy, serta Gubernur Bali Wayan Koster.
Baca juga:
Selaras dengan Ekonomi Kerthi Bali
Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster mengapresiasi konsistensi Sucofindo menyelenggarakan ENSIA sebagai upaya membangun budaya inovasi dan tanggung jawab sosial di kalangan dunia usaha. Ia menilai tema ENSIA 2026 sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan konsep Ekonomi Kerthi Bali, yang menekankan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas pemangku kepentingan diperlukan agar inovasi lingkungan tidak lagi dipandang sebagai beban biaya, melainkan investasi jangka panjang.
Direktur Utama Sucofindo, Sandry Pasambuna, menjelaskan bahwa ENSIA bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ruang berbagi praktik terbaik bagi pelaku usaha. Ia menyebut penghargaan ini juga dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan peserta PROPER dalam penilaian PROPER Hijau dan Emas. Tema tahun ini dipilih sebagai respons atas tantangan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik yang mengganggu rantai pasok hingga ancaman bencana ekologis akibat perubahan iklim.
Sandry mengungkapkan partisipasi ENSIA terus meningkat setiap tahun. Pada 2026, tercatat 253 perusahaan mengikutsertakan 954 paper serta 48 local hero, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper. Ia berharap ENSIA dapat terus berkembang menjadi platform inovasi keberlanjutan yang inklusif dan hasilnya dapat direplikasi secara luas demi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Catatan Redaksi. PROPER adalah program peringkat kinerja lingkungan perusahaan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, dengan level dari Hitam hingga Emas berdasarkan kepatuhan dan inovasi pengelolaan lingkungan. Karena itu penghargaan seperti ENSIA bisa dijadikan bukti pendukung saat perusahaan dinilai untuk peringkat Hijau atau Emas, sebab keduanya sama-sama mengukur upaya perusahaan di luar sekadar memenuhi standar minimum.
Sumber: PT SUCOFINDO (Persero).





