Biaya Admin Shopee-TikTok Shop Naik 2026, UMKM Lirik Toko Sendiri

Biaya Admin Shopee-TikTok Shop Naik 2026, UMKM Lirik Toko Sendiri

Sejumlah pelaku usaha online mengeluhkan selisih yang makin lebar antara omzet yang tercatat di layar aplikasi dengan saldo yang benar-benar masuk ke rekening. Penyebabnya bukan penurunan penjualan, melainkan tumpukan potongan biaya yang terus bertambah di dua marketplace terbesar di Indonesia, Shopee dan TikTok Shop. Kondisi ini mendorong sebagian penjual mulai melirik kanal penjualan tambahan di luar marketplace konvensional.

Kenaikan Tarif di Dua Platform Sekaligus

Sejak Januari 2026, Shopee memberlakukan skema biaya admin baru sebesar 2,5 hingga 10 persen tergantung kategori produk, bahkan bisa mencapai 11,7 persen untuk sebagian kategori di toko berstatus Shopee Mall. Di luar itu, Shopee juga mengenakan biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sejak Juli 2025 serta biaya tambahan 3 persen khusus produk pre-order sejak awal tahun ini.

Bacaan Lainnya

TikTok Shop menempuh arah serupa. Komisi platform berkisar 6,97 hingga 8 persen, ditambah komisi dinamis per kategori yang bisa menambah 3 hingga 8 persen lagi. Perubahan yang paling terasa bagi penjual bernilai transaksi besar adalah kenaikan batas maksimum komisi per item dari Rp40.000 menjadi Rp650.000 sejak pertengahan tahun, seiring integrasi platform ke ekosistem ShopTokopedia.

Potongan Bisa Tembus 15 Persen dari Omzet

Gabungan komisi platform dan komisi dinamis di TikTok Shop untuk sejumlah kategori diperkirakan bisa mencapai sekitar 15 persen dari nilai transaksi. Toko dengan omzet Rp100 juta sebulan berpotensi kehilangan sekitar Rp15 juta hanya untuk biaya platform, belum termasuk ongkos iklan dan promosi. Dalam setahun, angka ini bisa menembus ratusan juta rupiah. Toko dengan omzet kecil belum tentu merasakan dampak sebesar itu, namun begitu skala usaha membesar, perhitungannya sering berbalik memberatkan.

Toko Online Mandiri sebagai Pelengkap

Menyikapi tren ini, PT BisnisOn Digital Solutions menyebut makin banyak pelaku usaha memakai jasa pembuatan website toko sendiri dengan skema langganan flat, yang biayanya tidak bergantung pada persentase omzet. Pendiri BisnisOn, Mas Tama, mengatakan pelaku usaha kerap baru menyadari besarnya potongan komisi setelah beberapa bulan berjalan, saat membandingkan angka penjualan kotor dengan yang benar-benar diterima. Menurutnya, struktur langganan flat memungkinkan pelaku usaha menghitung biaya operasional di depan tanpa perlu menyesuaikan harga jual setiap kali platform mengubah skema komisi. Toko mandiri dan toko di marketplace pada praktiknya lebih sering berjalan berdampingan, bukan saling menggantikan, dengan perbedaan utama pada kepemilikan data pelanggan dan cara biaya dihitung.

Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari PT BisnisOn Digital Solutions, penyedia jasa pembuatan toko online berlangganan yang dibahas di dalamnya. Perbedaan mendasarnya terletak pada sifat biaya, komisi marketplace bersifat variabel karena dihitung dari persentase tiap transaksi sehingga ikut membesar seiring omzet, sedangkan biaya langganan bersifat tetap dan tidak berubah walau penjualan naik. Karena itu pelaku usaha dengan omzet besar biasanya lebih merasakan dampak kenaikan komisi dibanding usaha kecil.

Sumber: PT BisnisOn Digital Solutions.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan