WSBP Prambon Raih Sertifikat Industri Hijau, Apa Manfaatnya?

WSBP Prambon Raih Sertifikat Industri Hijau, Apa Manfaatnya?
Ilustrasi (AI)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan pencapaian baru di bidang keberlanjutan industri. Precast Plant WSBP Prambon resmi meraih Sertifikat Standar Industri Hijau (SIH) dari Kementerian Perindustrian, menandai penerapan proses produksi beton precast yang lebih efisien dalam penggunaan bahan baku, energi, air, hingga pengendalian emisi gas rumah kaca.

SIH merupakan acuan yang ditetapkan pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, dan dijabarkan lebih lanjut melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2025 khusus untuk industri beton pracetak. Di Precast Plant Prambon, penerapan standar ini berjalan bersamaan dengan sistem manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018 yang sudah lebih dulu diterapkan.

Bacaan Lainnya

Efisiensi Produksi dan Energi Alternatif

Dari sisi operasional, pabrik ini mencatatkan tingkat efektivitas produksi (OEE) sebesar 99,24 persen untuk produk putar dan 94,93 persen untuk produk non-putar. WSBP juga memanfaatkan fly ash sebagai bahan baku alternatif serta biodiesel B40 sebagai bioenergi dalam kegiatan operasionalnya, sementara intensitas emisi gas rumah kaca di pabrik ini tercatat sebesar 14,89 tCO2eq per ton produk.

Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, mengatakan sertifikasi ini memperkuat komitmen perusahaan menghadirkan produk beton melalui proses yang efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Menurutnya, hal ini menjadi nilai tambah bagi pelanggan di tengah kebutuhan industri konstruksi yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Selain dari sisi produksi, WSBP juga menjalankan program lingkungan bertajuk WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability, di mana setiap pengiriman 10 batang spun pile diikuti penanaman satu pohon baru. Dari Precast Plant Prambon saja, program ini telah merealisasikan penanaman 1.366 pohon dari total 10.482 pohon yang ditanam di seluruh unit produksi WSBP.

Catatan Redaksi. Sertifikat Standar Industri Hijau adalah pengakuan resmi Kementerian Perindustrian bahwa proses produksi memenuhi ambang efisiensi bahan baku, energi, dan air serta batas emisi tertentu, bukan sekadar klaim internal perusahaan. OEE atau Overall Equipment Effectiveness mengukur seberapa optimal mesin produksi berjalan dibanding kapasitas idealnya, sehingga angka mendekati 100 persen menunjukkan minim waktu terbuang akibat gangguan atau cacat produk. Fly ash sendiri adalah abu sisa pembakaran batu bara yang bisa menggantikan sebagian semen dalam campuran beton, sementara biodiesel B40 adalah solar campuran 40 persen bahan nabati yang menekan emisi dibanding solar biasa.

Sumber: PT Waskita Beton Precast Tbk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan