ENSIA 2026 Digelar di Denpasar, Bappenas Dorong Inovasi Hijau

ENSIA 2026 Digelar di Denpasar, Bappenas Dorong Inovasi Hijau
Ilustrasi (AI)

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendorong penyelenggaraan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di Denpasar, Bali, sebagai bagian dari upaya memperkuat inovasi lingkungan dan sosial yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Ajang tahunan ini digagas oleh PT Sucofindo (Persero) sejak 2022 sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku usaha dan tokoh lokal yang menghadirkan inovasi berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dalam pidato kuncinya, menyatakan bahwa kualitas lingkungan dan ketahanan masyarakat harus menjadi bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, investasi dan kegiatan produksi perlu tetap menjaga sumber daya alam sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Empat Arahan Strategis

Rachmat memaparkan empat fokus yang perlu didorong bersama lintas sektor: pertama, mempercepat dekarbonisasi industri dan memperkuat daya saing hilirisasi melalui verifikasi jejak karbon, energi terbarukan, diversifikasi pasar ekspor, dan pembiayaan hijau. Kedua, mengembangkan ekonomi biru untuk memperkuat ketahanan pangan dan masyarakat pesisir. Ketiga, menerapkan prinsip ekonomi biru, hijau, dan sirkular dalam sektor pariwisata. Keempat, memperluas pembiayaan dan kemitraan agar inovasi bisa naik skala.

Ia juga mendorong lembaga pengujian, inspeksi, dan sertifikasi seperti Sucofindo untuk memastikan kinerja keberlanjutan perusahaan dapat dibuktikan secara kredibel, sehingga memperkuat kepercayaan pasar terhadap produk Indonesia.

Direktur Utama PT Sucofindo Sandry Pasambuna menambahkan, fokus ENSIA 2026 diarahkan pada isu strategis nasional seperti ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan transisi energi bersih. Ia berharap ajang ini terus berkembang menjadi platform inovasi keberlanjutan yang inklusif, dengan hasil inovasi yang tidak berhenti pada penghargaan semata, tetapi dapat direplikasi secara luas.

Acara turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Catatan Redaksi. Ekonomi hijau, biru, dan sirkular adalah pendekatan yang menilai kegiatan ekonomi bukan cuma dari untung rugi, tapi juga dampaknya pada lingkungan: ekonomi hijau menekan emisi dan kerusakan alam, ekonomi biru menjaga kelestarian laut dan pesisir, sementara ekonomi sirkular mendaur ulang bahan agar limbah tidak terbuang percuma. Lembaga seperti Sucofindo berperan sebagai pihak independen yang menguji dan memverifikasi klaim keberlanjutan perusahaan, misalnya jejak karbon, sehingga klaim itu tidak sekadar janji tapi punya bukti terukur yang bisa dipercaya pasar dan pembeli internasional.

Sumber: PT Sucofindo (Persero) dan Kementerian PPN/Bappenas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan