
Penyedia layanan CRM asal Indonesia, Barantum, memperluas jangkauan fitur AI Agent miliknya agar dapat digunakan di berbagai kanal komunikasi, tidak lagi terbatas pada WhatsApp. Langkah ini merespons kebutuhan bisnis yang kini melayani pelanggan dari banyak platform sekaligus, mulai dari media sosial, website, hingga marketplace.
Selama ini, otomatisasi berbasis AI banyak diterapkan hanya pada satu kanal seperti WhatsApp. Akibatnya, pertanyaan pelanggan yang masuk lewat platform lain tetap harus ditangani manual oleh tim customer service, sehingga berpotensi menambah beban kerja terutama ketika jumlah pelanggan dan kanal terus bertambah.
Satu AI Agent untuk Banyak Kanal
Dengan pendekatan omnichannel, AI Agent Barantum dapat dilatih menggunakan knowledge base internal bisnis sehingga jawaban yang diberikan konsisten dan sesuai konteks. Fitur ini diklaim mampu menjawab pertanyaan umum, menangani pertanyaan berulang, serta melayani pelanggan di luar jam kerja secara otomatis, sebelum akhirnya meneruskan percakapan ke agen manusia jika dibutuhkan keputusan lebih lanjut.
Barantum menyebut AI Agent tersebut kini dapat dioperasikan di sejumlah kanal, di antaranya WhatsApp, Instagram, Facebook, Line, Telegram, TikTok, live chat website, hingga marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop.
Perusahaan mengklaim solusinya telah digunakan oleh lebih dari 5.000 bisnis di Indonesia dari berbagai sektor, termasuk ritel, pendidikan, logistik, keuangan, kesehatan, dan jasa profesional, sebagai bagian dari upaya mengelola penjualan dan layanan pelanggan dalam satu platform terintegrasi.
Catatan Redaksi. Omnichannel berarti satu sistem AI yang sama dihubungkan ke banyak kanal pesan sekaligus, jadi bisnis tidak perlu melatih dan mengelola bot terpisah untuk tiap platform. Knowledge base di sini adalah kumpulan data internal, seperti daftar produk, FAQ, atau prosedur layanan, yang dijadikan rujukan AI agar jawabannya konsisten meski pelanggan bertanya lewat kanal berbeda.
Sumber: Barantum.





