
Sejarah keluarga besar di Indonesia selama ini kerap hanya tersimpan di ingatan para sesepuh, catatan kertas yang mudah rusak, atau tersebar di berbagai grup percakapan yang lama-kelamaan tenggelam. Begitu generasi tertua wafat, rantai cerita silsilah sering kali ikut terputus karena tidak ada dokumentasi yang rapi dan mudah diwariskan.
Menjawab persoalan itu, SilsilahKeluarga.id resmi meluncurkan aplikasi berbasis web yang memungkinkan satu keluarga besar menyusun pohon silsilah secara bersama-sama. Berbeda dari aplikasi genealogi buatan luar negeri yang umumnya berbayar dan kaku, platform ini dirancang mengikuti pola kekerabatan dan budaya masyarakat Nusantara.
Fitur Utama
Pengguna dapat membuat bagan keluarga inti lalu mengundang anggota keluarga lain — mulai dari paman, bibi, hingga sepupu — untuk melengkapi cabang silsilah masing-masing, sehingga beban pencatatan tidak bertumpu pada satu orang. Platform juga menyediakan fitur pengecekan jalur hubungan untuk mengetahui derajat kekerabatan dan sapaan yang tepat, termasuk istilah adat seperti Pakde, Bude, Uwak, hingga Tulang dan Namboru.
Dari sisi keamanan, SilsilahKeluarga.id menerapkan sistem akses tertutup berbasis undangan (invite-only) sehingga data keluarga tidak terbuka layaknya media sosial umum dan hanya bisa diakses anggota keluarga yang sudah terverifikasi. Karena berbasis peramban web tanpa perlu instalasi aplikasi, layanan ini juga diklaim lebih ramah digunakan oleh anggota keluarga yang sudah berusia lanjut.
Saat ini SilsilahKeluarga.id sudah dapat diakses gratis oleh masyarakat umum melalui peramban, dengan pengguna bisa langsung mendaftar dan membuat bagan keluarga inti sebagai langkah awal.
Catatan Redaksi. Sistem akses tertutup berbasis undangan berarti setiap anggota baru harus ditambahkan secara manual oleh anggota yang sudah terverifikasi, berbeda dari media sosial yang bisa dicari dan ditemukan siapa saja, sehingga data silsilah keluarga tidak terekspos ke publik. Pilihan berbasis peramban web, bukan aplikasi yang harus diunduh dan diinstal, juga mengurangi langkah teknis yang biasanya menyulitkan pengguna lanjut usia saat mengakses layanan digital.
Sumber: SilsilahKeluarga.id.





