100 Tahun Panas Bumi Indonesia: PGE Luncurkan Buku di IIGCE 2026

100 Tahun Panas Bumi Indonesia: PGE Luncurkan Buku di IIGCE 2026

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) meluncurkan buku berjudul “Menjaga Masa Depan Energi Bangsa: 100 Tahun Panas Bumi Indonesia” dalam rangkaian pembukaan The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Peluncuran ini menandai satu abad perjalanan pemanfaatan panas bumi di Indonesia, yang bermula dari semburan uap kering sumur KMJ-3 di Kamojang pada 1926.

Buku tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama PGE Ahmad Yani kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Dalam sambutannya, Bahlil menekankan bahwa pengembangan panas bumi tidak boleh dibatasi pada penambahan kapasitas listrik saja, melainkan juga harus memberi dampak berganda bagi perekonomian dan membuka lapangan kerja baru di daerah.

Bacaan Lainnya

Fondasi untuk Babak Baru

Ahmad Yani menyebut pencapaian seabad ini sebagai fondasi untuk melanjutkan pengembangan panas bumi sebagai sumber energi bersih yang andal. Buku ini, menurutnya, sekaligus menjadi pengingat bahwa capaian hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang yang harus terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Penulis buku, Anif Punto Utomo, menjelaskan bahwa karyanya bukan sekadar catatan sejarah, melainkan juga penghormatan bagi para perintis panas bumi Indonesia. Ia mengaitkan momentum ini dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kapasitas terpasang panas bumi terbesar di dunia pada 2030.

Indonesia diperkirakan memiliki potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW), salah satu yang terbesar di dunia, dengan keunggulan mampu memasok listrik secara stabil tanpa bergantung pada cuaca. Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 megawatt (MW), terdiri atas 727 MW yang dioperasikan langsung dan 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama, atau setara sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional.

Catatan Redaksi. Panas bumi disebut stabil karena sumber panasnya berasal dari perut bumi yang terus tersedia sepanjang waktu, berbeda dari energi surya atau angin yang keluarannya naik turun mengikuti cuaca dan waktu. Skema Kontrak Operasi Bersama yang disebut dalam artikel adalah kerja sama pengelolaan wilayah kerja antara PGE dan mitra lain, sehingga kapasitas yang tercatat tidak seluruhnya dioperasikan sendiri oleh PGE.

Sumber: PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan