
Tiga mahasiswa BINUS University berhasil meraih Juara 1 sekaligus penghargaan Best Speaker dalam Business Case Competition (BCC) Integrated Youth Renewable Energy Forum (IYREF) 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Society of Renewable Energy Institut Teknologi Bandung (SRE ITB) ini menantang peserta merancang solusi bisnis untuk mendukung implementasi energi terbarukan di Pertamina NRE.
Ketiga mahasiswa tersebut, Taniya Vanessa Ken dari program Finance, Kairos Abinaya Susanto dari program Computer Science & Statistics, dan Angelica Virginevra Malina More dari program Global Business Marketing, mengikuti rangkaian kompetisi sejak Maret 2026 hingga tahap final. Mengusung tema ‘The New Equilibrium: Balancing Business Growth and Sustainability towards a Net-Zero Future’, peserta dituntut menghadirkan solusi yang inovatif sekaligus layak secara bisnis.
Analisis Lintas Disiplin
Tim ini harus memecahkan sejumlah tantangan nyata, mulai dari tingginya biaya distribusi bahan baku antarwilayah, kebutuhan belanja modal yang besar, penyusunan model finansial yang tetap bankable dengan rasio utang terhadap ekuitas yang sehat, hingga pemilihan teknologi paling efisien dan potensi offtaker. Latar belakang akademik yang berbeda-beda saling melengkapi: kompetensi Finance menilai kelayakan investasi, Computer Science & Statistics memperkuat pendekatan berbasis data, sementara Global Business Marketing menyoroti kebutuhan pasar.
“Kasus yang kami kerjakan cukup kompleks karena kami harus melihat persoalan perusahaan dari beberapa sisi sekaligus… Pembagian peran kami cukup seimbang, jadi tidak ada satu orang yang terlalu dominan dan kami bisa saling melengkapi,” ujar Taniya Vanessa Ken.
Gelar Best Speaker diraih berkat kemampuan ketiganya menjawab pertanyaan juri dengan pemahaman kuat dan dukungan data, tanpa bergantung pada satu anggota saja. Penilaian di tahap final memang tidak hanya berfokus pada ide, tetapi juga kejelasan presentasi, struktur argumentasi, dan kemampuan mempertahankan pendapat. Pencapaian ini melanjutkan jejak Binusian di ajang IYREF, setelah pada 2025 mahasiswa Nadya Angelie Lislie meraih penghargaan Best Presenter.
“Talenta unggul masa depan tidak cukup hanya menguasai satu bidang ilmu. Mereka perlu mampu bekerja lintas disiplin, memahami kebutuhan industri, serta mengubah pengetahuan menjadi solusi yang relevan dan berdampak,” kata Theresia Lesmana, Head of Finance Program BINUS University.
Catatan Redaksi. Istilah bankable dalam model finansial merujuk pada proyek yang dianggap cukup meyakinkan bagi bank atau investor untuk didanai, biasanya dilihat dari proyeksi arus kas dan tingkat risiko yang terukur. Rasio utang terhadap ekuitas yang sehat penting karena menunjukkan seberapa besar porsi pembiayaan proyek berasal dari pinjaman dibanding modal sendiri, semakin tinggi porsi utang, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung jika pendapatan proyek meleset dari target.
Sumber: BINUS University.





