Teh Walini dan Kopi Banaran Jadi Andalan Branding PTPN I

Teh Walini dan Kopi Banaran Jadi Andalan Branding PTPN I
Ilustrasi (AI)

PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari PTPN III (Persero), tengah memperkuat strategi branding dan pemasaran produk hilirnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mengakselerasi hilirisasi sekaligus mendongkrak nilai tambah komoditas perkebunan seperti teh, kopi, dan tembakau.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menyebut perusahaan memiliki warisan panjang sebagai produsen barang konsumen yang pernah punya nama besar hingga ke pasar Eropa sejak era kolonial. Merek-merek seperti Teh Walini, Kopi Banaran, Kopi Rollaas, Cerutu Golden Djawa, dan Cerutu Deli Nusantara disebutnya sempat kehilangan pamor karena BUMN lama absen menyentuh pasar ritel, sehingga kalah gesit dari kompetitor swasta.

Bacaan Lainnya

Dorong Konsumsi Internal dan Gerai Baru

Untuk membangkitkan kembali merek-merek tersebut, PTPN I akan memperluas penggunaan produknya di lingkungan internal perusahaan, mulai dari kantor, ruang rapat, mess karyawan, guest house, hingga destinasi wisata yang dikelolanya. Belasan ribu karyawan diharapkan menjadi konsumen sekaligus duta pemasaran pertama bagi produk perusahaan.

Perusahaan juga berencana mengembangkan gerai dan kafe berbasis produk hilir di sejumlah aset strategis, termasuk di Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Gerai-gerai ini dirancang sebagai ruang yang memadukan cerutu premium dengan kopi dan teh produksi PTPN I, sekaligus menjadi titik transaksi langsung bagi pengunjung.

Menurut Abdul Rivai Ras, strategi ini sejalan dengan agenda hilirisasi yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa hilirisasi tidak berhenti pada tahap produksi, melainkan baru dianggap berhasil ketika produk benar-benar sampai, digunakan, dan dibeli ulang oleh konsumen.

Catatan Redaksi. Hilirisasi berarti mengolah komoditas mentah seperti daun teh atau biji kopi menjadi produk jadi bernilai tambah lebih tinggi, bukan sekadar menjualnya sebagai bahan baku. PTPN I sendiri adalah salah satu subholding hasil konsolidasi belasan PTPN daerah di bawah PTPN III, di mana tiap subholding fokus mengelola komoditas dan wilayah kebun tertentu agar pengelolaan lebih terarah dibanding saat masih terpisah-pisah.

Sumber: PTPN I (Persero).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan