
PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) menyelesaikan pembangunan fasilitas Regasifikasi Tarakan di Kalimantan Utara. Proyek ini menandai keberhasilan commissioning gas-in yang rampung pada 14 September 2025, sebagai bagian dari upaya memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan di wilayah tersebut.
Fasilitas regasifikasi berfungsi mengubah Liquefied Natural Gas (LNG) kembali menjadi gas alam. Gas hasil olahan ini kemudian digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Gunung Belah, dengan kapasitas penyaluran gas mencapai 5 MMSCFD atau setara 25 MW per hari.
Tiga Manfaat Utama
PLN NPC menyebut proyek ini membawa tiga keuntungan sekaligus. Pertama, meningkatkan ketahanan pasokan energi di Tarakan. Kedua, menekan biaya operasional pembangkit karena tak lagi bergantung pada bahan bakar minyak yang harganya fluktuatif dan lebih mahal. Ketiga, mengurangi emisi karbon sehingga pasokan listrik menjadi lebih bersih dan ramah lingkungan.
Direktur Utama PLN NPC, Hendra Fitria, menjelaskan bahwa perusahaannya menggarap proyek ini secara menyeluruh mulai dari Engineering, Procurement, hingga Construction (EPC). Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dan PLN Group untuk mencapai target Net Zero Emission pada 2060.
“Regasifikasi Tarakan tidak hanya menjawab kebutuhan keandalan pasokan energi, tetapi juga menjadi bagian dari langkah transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih,” ujar Hendra. Ia menambahkan, setiap proyek infrastruktur energi PLN NPC diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah.
Catatan Redaksi. Regasifikasi adalah proses mengembalikan LNG yang sebelumnya dicairkan dan dipadatkan volumenya untuk pengangkutan, menjadi gas alam agar bisa dibakar langsung di pembangkit seperti PLTMG. Satuan MMSCFD sendiri berarti juta kaki kubik standar per hari, ukuran umum untuk laju alir gas. Target Net Zero Emission 2060 yang disebut dalam artikel adalah komitmen pemerintah Indonesia menyeimbangkan emisi karbon yang dilepas dengan yang diserap atau dikompensasi, dan penggantian BBM dengan gas alam di pembangkit termasuk salah satu langkah menuju target tersebut karena gas alam menghasilkan emisi karbon lebih rendah saat dibakar dibanding minyak.
Sumber: PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC).





