
Saham Apple Inc. (AAPL) memasuki September 2026 dengan sorotan investor yang meningkat menjelang acara peluncuran produk bertema “Surprise and Shine” pada 9 September. Meski Apple belum membuka seluruh daftar produk yang akan diperkenalkan, pasar berspekulasi acara ini akan menghadirkan lini iPhone terbaru, termasuk kemungkinan iPhone lipat pertama dari Apple.
Menurut laporan Yahoo Finance, saham Apple sudah menguat hampir 21% sepanjang tahun berjalan hingga menjelang acara tersebut, mencerminkan optimisme investor meski perusahaan masih tertinggal dalam persaingan kecerdasan buatan. Acara kali ini dipandang bukan sekadar peluncuran tahunan biasa, melainkan momen penting untuk melihat arah Apple di bawah CEO baru, John Ternus, yang menggantikan Tim Cook pada 1 September setelah hampir 15 tahun memimpin perusahaan.
Baca juga:
iPhone 18 Pro dan Bayang-Bayang iPhone Lipat
Salah satu produk yang dinanti adalah iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, yang digadang membawa chip A20 Pro berbasis proses 2 nanometer, sistem kamera dengan aperture variabel, serta pilihan warna baru. Namun perhatian pasar lebih tertuju pada kabar iPhone lipat bergaya buku dengan nama tentatif iPhone Ultra, berlayar sekitar 5,5 inci saat terlipat dan 7,6 inci saat dibuka penuh.
Jika benar diluncurkan, produk ini akan menjadi langkah besar Apple memasuki pasar smartphone lipat yang lebih dulu digarap kompetitor seperti Samsung. IDC memperkirakan pengiriman perangkat foldable global bisa tumbuh 12,6% pada 2026, sementara Morgan Stanley memproyeksikan iPhone lipat dapat menyumbang sekitar US$14 miliar pendapatan pada kuartal Desember, dengan produksi awal diperkirakan 7 juta hingga 8 juta unit pada paruh kedua tahun ini.
Di sisi fundamental, pendapatan iPhone tumbuh 22% secara tahunan menjadi US$54,3 miliar pada kuartal Juni, sementara total pendapatan Apple naik 16% menjadi US$109,4 miliar. Manajemen memproyeksikan pertumbuhan pendapatan kuartal September sekitar 9%-11%. Meski valuasi saham tergolong tinggi di kisaran 37,1 kali estimasi laba ke depan, konsensus 41 analis saat ini memberi rating “Moderate Buy” dengan target harga rata-rata sekitar US$328,70.
Catatan Redaksi. Rasio 37,1 kali estimasi laba (forward P/E) dan rating “Moderate Buy” berasal dari konsensus proyeksi puluhan analis soal arah harga saham setahun ke depan, bukan jaminan kinerja sebenarnya. Proses fabrikasi chip 2 nanometer merujuk pada ukuran transistor yang makin kecil, sehingga chip bisa memuat lebih banyak transistor dalam ruang yang sama untuk performa lebih tinggi dengan konsumsi daya yang lebih efisien.
Sumber: Nanovest.





