Omzet Naik tapi Laba Menipis? Ini Penyebab yang Terlewat

Omzet Naik tapi Laba Menipis? Ini Penyebab yang Terlewat

Pertumbuhan penjualan tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan laba. Sejumlah pelaku usaha melaporkan kondisi omzet naik namun saldo kas justru terasa makin ketat. Menurut i2C Studio, partner resmi Odoo ERP, penyebabnya jarang tunggal dan biasanya tersembunyi di detail operasional yang tidak masuk laporan laba rugi ringkas.

Survei Kegiatan Dunia Usaha yang dirilis Bank Indonesia mencatat kapasitas produksi terpakai baru mencapai 73,80 persen pada triwulan II 2026. Artinya, sebagian kapasitas usaha masih menganggur meski permintaan pasar membaik, sementara biaya tetap tetap harus dibayar setiap bulan.

Bacaan Lainnya

Pola Kebocoran yang Sering Terlewat

Beberapa pola umum yang ditemukan antara lain harga jual efektif yang berbeda jauh dari daftar harga resmi, retur barang yang dicatat sebagai potongan alih-alih kerugian, stok mati yang terus bertambah tanpa dibahas rutin, serta ongkos kirim pelanggan yang ditanggung perusahaan tanpa batas jelas. Biaya angkut barang masuk yang tidak dibebankan ke harga pokok juga membuat nilai persediaan tercatat terlalu rendah, sehingga harga jual ditetapkan berdasarkan perhitungan yang keliru sejak awal.

Perlu Analisis Sampai Level Produk dan Pelanggan

i2C Studio menyarankan agar setiap transaksi membawa penanda produk, cabang, dan pelanggan agar laba bisa dianalisis per lini usaha, bukan sekadar angka total per periode. Pelanggan bervolume besar, misalnya, kerap menuntut harga khusus dan tempo pembayaran panjang yang menambah biaya modal kerja namun jarang dihitung terpisah. Kenaikan beban operasional seperti lembur gudang, kemasan, dan komisi penjualan juga perlu dibandingkan rutin terhadap penjualan agar tidak diam-diam menggerus tambahan laba.

Sebelum menambah sistem baru, perusahaan disarankan lebih dulu membandingkan harga jual efektif dengan daftar harga resmi, menghitung ulang harga pokok dengan memasukkan biaya angkut dan retur, menelusuri barang yang tak bergerak enam bulan terakhir, serta memeriksa tempo pembayaran pelanggan terbesar. Data seperti daftar harga produk, rekap diskon dan retur, hingga daftar pelanggan utama biasanya menjadi bahan awal sebelum menyusun kebutuhan sistem ERP seperti Odoo.

Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari i2C Studio, mitra resmi penyedia sistem ERP Odoo yang disebut sebagai solusi di bagian akhir tulisan. Kapasitas produksi terpakai yang dicatat Bank Indonesia mengukur perbandingan output aktual pabrik terhadap kapasitas maksimalnya, sehingga angka di bawah 100 persen menandakan ada mesin atau pekerja yang menganggur padahal biaya tetap seperti sewa dan gaji tetap harus dibayar.

Sumber: i2C Studio.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan