
RevComm, pengembang solusi analisis percakapan berbasis AI MiiTel, memperkenalkan fitur baru bernama Automation pada layanan MiiTel Copilot Plus. Fitur yang masih berstatus beta ini dirancang agar pengguna tidak perlu berulang kali memberi instruksi kepada AI untuk mendapatkan hasil analisis panggilan maupun rapat.
Sebelumnya, Copilot Plus memungkinkan pengguna mengajukan prompt atau pertanyaan untuk dianalisis AI berdasarkan riwayat panggilan dan rapat di MiiTel. Namun, banyak pengguna ternyata menjalankan permintaan yang sama secara berulang, misalnya untuk membuat ringkasan aktivitas harian atau mendeteksi potensi risiko. Dengan Automation, proses semacam itu kini bisa diatur sekali dan berjalan otomatis sesuai jadwal.
Tiga Kemampuan Utama
Automation menawarkan tiga fungsi inti. Pertama, pengguna dapat menjadwalkan AI untuk menjalankan prompt tertentu secara harian, mingguan, atau pada tanggal spesifik. Kedua, prompt bisa ditulis sendiri atau memakai template yang disiapkan administrator agar hasil analisis antaranggota tim lebih konsisten. Ketiga, seluruh hasil analisis tersimpan dalam riwayat Copilot Plus dan dapat diakses kembali kapan saja, lengkap dengan opsi uji coba serta aktif-nonaktifkan fitur.
RevComm mencontohkan beberapa skenario penggunaan, seperti manajer sales yang menerima ringkasan mingguan setiap Senin pagi, tim sales yang mendapat laporan aktivitas panggilan harian, hingga tim layanan pelanggan yang memantau tren penanganan masalah secara berkala tanpa rekap manual.
Ke depan, RevComm berencana mengembangkan Copilot Plus agar lebih proaktif, termasuk mengirim hasil analisis melalui kanal lain seperti email dan aplikasi chat, serta memperluas jenis data yang bisa dirujuk AI.
Catatan Redaksi. Automation semacam ini pada dasarnya menyimpan satu set instruksi (prompt) yang dijalankan ulang otomatis oleh model AI sesuai jadwal, mirip fitur recurring report pada software bisnis, namun yang diproses adalah analisis bahasa dari rekaman panggilan atau rapat, bukan sekadar angka. Pendekatan seperti ini sering disebut AI agent terjadwal, sehingga ringkasan atau deteksi risiko bisa muncul sendiri tanpa pengguna membuka aplikasi dan mengetik ulang pertanyaan setiap hari.
Sumber: RevComm Indonesia.





