
Logitech melanjutkan rangkaian roadshow MX Fest 2026 ke kota kedua dengan menggelar acara bertema “CTRL + SHIFT + AI: Beyond Mastery – Road to Bandung” pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Pajajaran Room, Bandung Electronic Center. Setelah sebelumnya digelar di Surabaya, kegiatan ini menyasar komunitas desainer, coder, dan profesional muda di Bandung yang dikenal aktif dalam ekosistem kreatif dan teknologi.
Acara ini mengajak para pelaku industri kreatif untuk beradaptasi dengan kehadiran kecerdasan buatan (AI) tanpa kehilangan kendali atas proses kerja mereka. Sejumlah pembicara atau yang disebut MXpert turut mengisi sesi, di antaranya Sandhika Galih dari WPU Course, Fini Charisa dari Bittime, Irpan Alfian dari Nolla Studio, hingga Edward Sudjono, Senior Product Designer di Tiket.com yang juga menjabat sebagai MX Ambassador Indonesia.
Diskusi Lintas Disiplin soal AI
Rangkaian sesi meliputi Tech Talk bertema “One Technology, Three Perspectives” yang membahas peran AI dalam proses membangun, merancang, dan menciptakan karya. Selain itu digelar Light Tech Talk yang membahas eksplorasi AI dari sudut pandang lintas disiplin ilmu, serta Live Podcast on Stage bertema “The AI Spectrum – Code, Visuals & Experience” yang dipandu sejumlah praktisi desain dan teknologi.
Menurut Irpan Alfian, Creative Director Nolla Studio, kreativitas bukan sekadar soal memiliki ide, melainkan kemampuan mengubah ide menjadi karya yang berdampak. Ia menilai AI dapat menjadi alat bantu bagi talenta kreatif untuk menemukan perspektif baru di tengah dinamika industri saat ini.
Penyelenggaraan acara ini didukung oleh sejumlah komunitas teknologi dan kreatif di Bandung, termasuk Google Developer Group Bandung, Bandung Dev, dan Product Community Indonesia, serta beberapa mitra media lokal dan sponsor dari berbagai sektor industri.
Catatan Redaksi. MX pada acara ini merujuk pada seri perangkat produktivitas Logitech, seperti mouse dan keyboard, yang memang menyasar kalangan desainer dan profesional kreatif. Istilah AI generatif yang kerap dibahas dalam konteks seperti ini mengacu pada sistem yang bisa membantu membuat teks, gambar, atau kode berdasarkan perintah pengguna, sehingga dianggap mengubah cara kerja di bidang desain dan pemrograman tanpa menggantikan proses pengambilan keputusan kreatif itu sendiri.
Sumber: Logitech Indonesia.





