
Logitech bersama MXperience Club, komunitas resmi pengguna MX Series, memulai rangkaian tahunan MX Fest 2026 dengan menggelar acara pembuka di ET Space, Spazio Building, Surabaya, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Surabaya dipilih sebagai kota pertama dari tiga kota yang akan disinggahi rangkaian acara ini, menyusul Bandung dan Jakarta, sebelum acara puncak berlangsung di Jakarta pada 14 November 2026.
Tema AI Sebagai Co-Pilot
Mengusung tema CTRL + SHIFT + AI: Beyond Mastery, acara ini mengajak para desainer, coder, dan kreator di Surabaya untuk beradaptasi dengan alur kerja modern tanpa kehilangan kendali atas proses kreatif mereka. Kecerdasan buatan diposisikan sebagai alat bantu atau ‘co-pilot’ yang diharapkan mampu mendongkrak efisiensi kerja tanpa mengikis esensi kreativitas manusia.
Samuel Ishak Putra, Marcom Manager Logitech Indonesia, mengatakan pertumbuhan komunitas desainer dan developer di Surabaya menjadi alasan kota ini dipilih sebagai titik awal rangkaian acara. Menurutnya, MXperience Club diharapkan menjadi wadah bagi talenta lokal untuk saling berjejaring dan mengeksplorasi ide baru di tengah perkembangan teknologi AI.
Diisi Sepuluh Pembicara dan Sesi Podcast
Acara ini menghadirkan sepuluh MXpert sebagai pengisi materi, di antaranya Edward Sudjono dari Tiket.com, konten kreator Theodore Rivaldo, hingga pendiri komunitas lokal seperti Feliks Hindrawan dan Andy Gondowijoyo. Salah satu sesi, Live Podcast on Stage, juga direkam untuk disiarkan ulang melalui kanal YouTube MXperience Club.
Penyelenggaraan Road to MX Fest 2026 di Surabaya ini turut melibatkan sejumlah komunitas teknologi dan kreatif lokal seperti Google Developer Group Surabaya, Pasuruan Dev, dan Portolabs.id, serta didukung oleh berbagai media mitra dan sponsor yang berkomitmen memperkuat ekosistem kreatif di kota tersebut.
Catatan Redaksi. MX Series adalah lini mouse dan keyboard premium Logitech yang menyasar desainer, developer, dan kreator profesional, sehingga komunitas penggunanya memang terdiri dari kalangan yang bekerja erat dengan perangkat lunak desain dan koding. Istilah AI sebagai ‘co-pilot’ mengacu pada pola kerja saat kecerdasan buatan membantu tugas teknis atau repetitif, sementara keputusan kreatif tetap dipegang manusia, berbeda dari otomatisasi penuh yang menggantikan peran pembuat keputusan.
Sumber: Logitech Indonesia.





