Xtreme Impact 2026: Renang Selat Madura untuk Selamatkan Timbulsloko

Xtreme Impact 2026: Renang Selat Madura untuk Selamatkan Timbulsloko
Ilustrasi (AI)

Sebanyak 19 perenang dari berbagai latar belakang berhasil menuntaskan tantangan renang menyeberangi Selat Madura, dari Kamal menuju Surabaya, pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan bertajuk Xtreme Impact 2026 – Madura Strait Open Water Challenge ini tidak sekadar menguji ketahanan fisik, tetapi juga digagas sebagai gerakan solidaritas untuk membantu warga pesisir Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang bertahun-tahun berjuang menghadapi abrasi dan banjir rob.

Warga Timbulsloko Kehilangan Ruang Hidup

Kondisi pesisir Timbulsloko makin memprihatinkan. Jumlah keluarga yang masih bertahan di wilayah itu kini tersisa sekitar 90 kepala keluarga, turun dari sekitar 170 KK pada 2020. Masnuah, pendamping masyarakat pesisir Demak dan pendiri komunitas perempuan nelayan Puspita Bahari, mengatakan warga tetap berjuang mempertahankan kehidupan di tanah leluhur meski menghadapi banyak keterbatasan, termasuk krisis air bersih karena hanya mengandalkan satu sumur bor yang debitnya terus berkurang.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Melalui gerakan ini, penyelenggara menargetkan pengumpulan donasi hingga Rp1 miliar yang akan digunakan untuk menyediakan fasilitas air bersih, membangun rumah aman sebagai tempat berlindung warga, serta mengembangkan rumah produksi dan pemasaran Omah Iwak untuk memperkuat ekonomi kelompok perempuan pesisir.

Dukungan TNI AL dan Latihan Dua Bulan

Penggagas Xtreme Impact 2026, Arto Biantoro, menyebut aksi ini lahir dari keinginan untuk bertindak nyata ketimbang hanya mengeluhkan masalah sosial. Para peserta berlatih intensif selama kurang lebih dua bulan, termasuk bersama TNI Angkatan Laut di Pondok Dayung, Jakarta Utara. Dalam pelaksanaannya, 19 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dari Koarmada II turut mengamankan jalannya penyeberangan.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan diskusi kemaritiman yang diikuti 105 mahasiswa dari Madura, Jakarta, dan Surabaya, serta rencana operasi katarak gratis pada 13 Desember 2026 bekerja sama dengan TNI AL untuk memperingati Hari Armada. Penyelenggara mengajak masyarakat luas turut berdonasi melalui kampanye resmi di platform BenihBaik.com atau situs www.xtremeimpact.org.

Catatan Redaksi. Abrasi adalah pengikisan garis pantai oleh gelombang laut, sementara rob adalah banjir akibat air laut yang masuk ke daratan saat pasang tinggi. Di pesisir utara Jawa seperti Demak, keduanya diperparah oleh hilangnya hutan mangrove yang dulu menahan gelombang dan oleh turunnya permukaan tanah akibat pengambilan air tanah berlebih, sehingga daratan perlahan tergenang permanen. Kopaska sendiri merupakan satuan pasukan katak elite TNI AL yang terlatih untuk operasi di laut lepas, termasuk pengamanan kegiatan di perairan terbuka.

Sumber: Xtreme Impact 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan