
Kebiasaan konsumen mencari rekomendasi belanja mulai bergeser dari mesin pencari ke chatbot AI. Indonesia AI Report 2025 yang disusun Kumparan terhadap 1.000 responden perkotaan mencatat 39% di antaranya sudah memakai AI untuk belanja dan mencari rekomendasi produk. Survei APJII 2026 juga mencatat 18,2% pengguna internet di Indonesia telah memakai layanan AI.
Tren serupa terlihat lebih matang di Amerika Serikat. Adobe Analytics mencatat trafik dari sumber AI ke situs ecommerce di negara tersebut naik 138% secara tahunan pada Mei 2026, menunjukkan kebiasaan baru ini bisa tumbuh cepat begitu satu kelompok pengguna terbiasa memakainya.
Ukuran Baru Selain Peringkat Pencarian
Pergeseran ini membuat ukuran keberhasilan digital yang selama ini dipakai, yaitu peringkat kata kunci dan traffic pencarian, dinilai tidak lagi cukup. Peringkat hanya menunjukkan posisi sebuah halaman, bukan apakah brand benar-benar disebut ketika konsumen bertanya langsung kepada AI.
“Dulu kita mengukur kehadiran digital dari peringkat dan traffic. Sekarang pertanyaannya, ketika konsumen bertanya kepada AI, apakah brand kita disebut? Itu ukuran yang berbeda, dan belum banyak diukur,” kata Alexandro Wibowo, Partner Avonetiq. Ia menambahkan bahwa SEO tetap relevan, namun ada lapisan baru dalam perjalanan konsumen yang tidak terbaca dari peringkat pencarian saja.
AVO AI, Alat Ukur Kehadiran Brand di Jawaban Chatbot
Menjawab kebutuhan tersebut, Avonetiq mengembangkan platform AVO AI yang membantu bisnis mengukur dan meningkatkan cara brand mereka ditemukan dan direkomendasikan oleh berbagai platform AI, mulai dari ChatGPT, Gemini, Perplexity, hingga Claude. Melalui fitur Focus dan Prompt Book, bisnis dapat menyusun topik serta daftar pertanyaan yang mungkin diajukan konsumen, lalu melihat apakah brand atau kompetitornya yang muncul dalam jawaban. Platform ini juga menghitung Authority Score sebagai indikator kesiapan sebuah brand untuk dipercaya oleh AI.
Catatan Redaksi. Istilah seperti Authority Score dan Prompt Book di atas termasuk dalam kategori yang disebut Answer Engine Optimization (AEO), yaitu praktik mengoptimalkan konten agar dikutip chatbot AI, berbeda dari SEO yang menyasar peringkat di halaman pencarian. Artikel ini bersumber dari siaran pers Avonetiq, penyedia platform AVO AI yang dibahas di dalamnya.
Sumber: Avonetiq.





