
OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bekerja sama dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bangka Belitung menggelar seminar literasi blockchain dan aset kripto di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung pada 20 Oktober 2026. Acara bertajuk “Revolusi Ekonomi Digital: Memahami Aset Kripto dan Transformasi Keuangan Masa Depan” ini menyasar mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda yang akrab dengan teknologi keuangan digital.
Kegiatan ini digagas untuk menjawab masih rendahnya pemahaman masyarakat, khususnya anak muda, terhadap teknologi dan regulasi yang mendasari aset kripto, meski minat terhadap investasi digital terus tumbuh. Dalam seminar tersebut, OSL Indonesia memperkenalkan konsep dasar blockchain sebagai teknologi pencatatan digital yang menjadi fondasi sistem keuangan berbasis aset kripto.
OJK Ingatkan Risiko Investasi Kripto
Asisten Manajer Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Bangka Belitung, M. Nizam, mengungkapkan bahwa jumlah investor aset kripto di Indonesia terus bertambah sepanjang 2026, namun belum banyak yang benar-benar memahami risikonya. Ia menjelaskan bahwa aset kripto merupakan aset keuangan digital resmi yang berada di bawah pengawasan OJK, tetapi tetap bersifat fluktuatif dan berisiko tinggi. Nizam menekankan pentingnya memilih platform yang berizin dan diawasi OJK agar investor mendapat pelindungan sesuai aturan.
Strategi Investasi Sesuai Profil Risiko
Head of Marketing OSL Indonesia, Vincent Salaka, menyampaikan bahwa profil risiko dan pendekatan psikologis setiap investor berbeda-beda, sehingga strategi transaksi pun perlu disesuaikan. Menurutnya, OSL Indonesia menghadirkan beberapa fitur untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, seperti Auto-invest (DCA) bagi investor jangka panjang, Quick Buy/Sell bagi trader yang memanfaatkan momentum pasar, serta OSL Elite untuk nasabah dengan volume transaksi lebih besar.
Selain membahas teknologi dan risiko, mahasiswa dalam seminar ini juga didorong untuk tidak sekadar mengikuti tren, melainkan membangun pola pikir kritis dalam menilai informasi dan peluang di ekosistem aset digital. OSL Indonesia menyatakan akan terus menjalankan inisiatif edukasi serupa agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Sumber: OSL Indonesia.





