Bitcoin Tertahan di US$80.000, Investor Tunggu Keputusan The Fed

Bitcoin Tertahan di US.000, Investor Tunggu Keputusan The Fed

Pasar kripto memasuki pekan terakhir Oktober 2026 dengan volatilitas yang masih tinggi. Bitcoin (BTC) tercatat bergerak di kisaran US$79.397–US$80.354 pada Senin (26/10), setelah menghadapi tekanan jual dalam beberapa hari perdagangan terakhir. Level psikologis US$80.000 menjadi area krusial yang menentukan apakah harga akan melanjutkan konsolidasi atau justru terkoreksi lebih dalam.

The Fed dan Data Inflasi Jadi Penentu Arah

Perhatian pelaku pasar pekan ini tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober waktu Amerika Serikat, dengan keputusan suku bunga diumumkan dini hari 29 Oktober waktu Indonesia. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga, namun sinyal kebijakan untuk Desember tetap dinanti. Selain itu, rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) September dan pertumbuhan ekonomi AS kuartal III pada 29 Oktober turut menjadi indikator penting arah inflasi.

Bacaan Lainnya

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai investor perlu membaca keputusan suku bunga, data inflasi, dan respons pasar sebagai satu kesatuan, bukan secara terpisah. “Ekspektasi sebelum pengumuman bisa berbeda dari reaksi setelah hasilnya keluar. Karena itu, penting untuk menyiapkan beberapa skenario dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu indikator,” ujarnya.

Skenario Teknikal: Peluang ke US$84.000 atau Risiko Turun ke US$76.200

Secara teknikal, bertahannya harga di atas US$80.000 membuka peluang konsolidasi menuju resistance berikutnya di area US$84.000, bahkan US$87.000 jika tekanan jual mereda. Sebaliknya, penutupan harian di bawah US$80.000 berisiko membawa harga menguji area US$77.400 hingga US$76.200. Level-level ini sifatnya sebagai acuan analisis, bukan target pasti, karena sentimen makro dan likuiditas pasar bisa mengubah arah sewaktu-waktu.

Arus Dana ETF Belum Satu Arah

Data arus dana turut menunjukkan ketidakpastian pasar. ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih sekitar US$137,9 juta pada 23 Oktober, meski secara kumulatif periode 19–23 Oktober masih mencatat arus masuk positif sekitar US$301,2 juta. Sementara itu, ETF Ethereum masih menghadapi tekanan arus keluar, menandakan pemulihan pasar kripto belum berlangsung merata antarkelas aset.

Faktor eksternal seperti harga minyak Brent yang berada di kisaran US$114,50 per barel dan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun di sekitar 4,97% juga turut membentuk sentimen terhadap aset berisiko. Yudho mengingatkan pentingnya disiplin manajemen risiko di tengah ketidakpastian ini. “Investor sebaiknya memahami volatilitas aset kripto, menentukan batas risiko sesuai profil masing-masing, dan tidak menjadikan satu pergerakan harga sebagai dasar tunggal dalam mengambil keputusan,” tutupnya.

Sumber: FLOQ.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan