
Media Info Grup Indonesia (MIGI) resmi meluncurkan layanan media monitoring, media intelligence, dan dashboard bernama media.web untuk pasar Indonesia. Peluncuran dilakukan melalui acara grand launch bertema “When Crisis Speaks, Sentiment Matters and AI Listens” yang digelar di Hotel InterContinental Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada 15 Oktober 2026.
Acara ini merupakan kelanjutan dari soft launch yang sebelumnya diadakan MIGI pada Agustus 2026. Sekitar 120 tamu dari kalangan pemilik brand, praktisi hubungan masyarakat, dan pemasaran dari berbagai industri hadir dalam acara tersebut. Peresmian layanan ditandai dengan pengguntingan pita oleh jajaran pimpinan MIGI dan Media Info Groep, perusahaan induk yang berbasis di Belanda.
Baca juga:
Fokus pada Kurasi Data, Bukan Sekadar Volume
Dalam paparannya, Commercial Lead MIGI Deddy Hermawan menjelaskan bahwa layanan dan dashboard media.web dirancang untuk menghadirkan data media yang relevan, bukan hanya banyak. Menurutnya, tanpa kurasi dan interpretasi yang tepat, banyaknya sumber media justru akan membingungkan klien yang ingin memahami reputasi brand mereka.
Acara juga menghadirkan sesi keynote dari pakar hubungan masyarakat Dr Firsan Nova mengenai mitigasi krisis reputasi di era digital, yang dilanjutkan dengan diskusi panel bersama Deddy Hermawan dan AI specialist MIGI, Ahmad Izzuddin. Ahmad menyampaikan bahwa integrasi kecerdasan buatan ke dalam dashboard MIGI membantu klien memahami sentimen dan konteks pemberitaan di tengah banjir informasi dari berbagai kanal media.
MIGI merupakan bagian dari Media Info Groep yang telah beroperasi di Jakarta sejak 2010, dan mulai menyediakan layanan media monitoring dengan metodologi khusus untuk pasar Indonesia sejak Agustus 2026. Perusahaan mengklaim mampu memantau ribuan sumber dari media cetak, online, sosial, radio, televisi, hingga podcast.
Sumber: Media Info Grup Indonesia (MIGI).





