
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (22/10/2026), didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut bahwa secara teknikal harga WTI pada timeframe harian baru saja melakukan pullback ke zona resistance lama yang kini berpotensi berubah menjadi support di kisaran US$95,22 hingga US$96,78.
Level Teknikal yang Perlu Dicermati
Selama harga mampu bertahan di atas zona support tersebut, WTI dinilai berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance terdekat di US$101,28 sebelum menyasar area US$103,35. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan mendorong harga menembus ke bawah US$95,22, skenario kenaikan perlu dievaluasi ulang karena momentum bullish berisiko melemah.
Baca juga:
Faktor Geopolitik dan Stok AS
Dari sisi fundamental, dukungan terhadap harga WTI datang dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Mengacu pada rangkuman Reuters, serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah target di Arab Saudi, termasuk fasilitas minyak, memicu kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi dan kelancaran distribusi minyak dari kawasan Teluk. Selain itu, penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat turut mengindikasikan pengetatan pasokan dalam jangka pendek.
Kombinasi kedua faktor ini dinilai mampu mempertahankan sentimen positif di pasar minyak dalam waktu dekat. Namun, Dupoin Futures mengingatkan bahwa arah harga tetap dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan. Upaya diplomasi yang meredakan ketegangan dapat mengurangi premi risiko geopolitik, sementara eskalasi lebih lanjut yang mengancam infrastruktur energi berpotensi memperkuat tekanan terhadap pasokan.
Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati data persediaan minyak AS serta perkembangan konflik dan diplomasi di Timur Tengah sebelum menyimpulkan arah harga selanjutnya. Analisis ini merupakan skenario pasar berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi, mengingat perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.





