
Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan PT Nestlé Indonesia menandatangani kesepakatan bersama (MoU) untuk mendorong ekspor produk pertanian Indonesia dari sisi hulu. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, dan Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Kamis (15/10).
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi peran Nestlé Indonesia yang selama lebih dari 50 tahun berinvestasi di Indonesia dan membantu UMKM, peternak, serta petani kopi lokal memenuhi standar internasional. Melalui MoU ini, Nestlé Indonesia berkomitmen mengakomodasi ekspor produk jadi dan bahan baku kopi asal Indonesia hingga USD 600 juta, atau lebih dari Rp10 triliun, dalam tiga tahun mendatang.
Sinergi dengan Program Desa BISA Ekspor
Kerja sama ini sejalan dengan program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor milik Kemendag yang telah menjangkau 2.616 desa. Dari jumlah tersebut, 787 desa tercatat siap ekspor, termasuk 78 desa penghasil kopi. Dengan memanfaatkan jaringan pasar global Nestlé, petani dan pelaku usaha di desa-desa tersebut berpeluang lebih besar terhubung dengan rantai pasok dunia, sekaligus memenuhi standar keberlanjutan seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR).
Sebagai langkah konkret pasca-penandatanganan, Mendag Busan pada hari yang sama turut melepas ekspor produk kopi olahan Nestlé Indonesia ke Melbourne, Australia. Pada kesempatan itu, Kemendag juga menyaksikan penandatanganan 10 MoU hasil kolaborasi UMKM binaan Astra dengan mitra dari berbagai negara, dengan total nilai transaksi mencapai Rp69 miliar.
Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Kemendag mencerminkan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat daya saing industri manufaktur nasional. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan lebih jauh dalam rantai pasok global.
Sumber: Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan PT Nestlé Indonesia.





