
Pasangan mata uang USDJPY diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan pekan depan setelah membentuk sinyal bullish pada grafik mingguan. Berdasarkan analisis PT Dupoin Futures Indonesia, USDJPY membentuk pola bullish engulfing disertai penolakan harga (rejection) di zona support 154.005 hingga 154.990, yang membuka peluang kenaikan menuju resistance terdekat di level 158.427.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai zona support tersebut sebagai area penting dalam struktur pergerakan USDJPY. Menurutnya, tekanan jual belum mampu menembus support itu secara berkelanjutan, sementara pola bullish engulfing pada grafik mingguan mengindikasikan pembeli mulai mengambil alih momentum. Sebelum menguji resistance utama, harga diperkirakan lebih dulu melalui fase pergerakan sekunder.
Faktor The Fed dan BOJ
Dari sisi fundamental, arah USDJPY masih dipengaruhi kebijakan moneter yang berbeda antara Amerika Serikat dan Jepang. Bank sentral AS, The Federal Reserve, menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% dan membuka peluang kenaikan lanjutan, dengan mayoritas pejabatnya memproyeksikan setidaknya satu kali kenaikan lagi hingga akhir 2026. Kondisi ini turut mendorong dolar AS bergerak mendekati level tertinggi dalam tujuh minggu terakhir.
Di sisi lain, Bank of Japan (BOJ) diperkirakan pasar akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun terakhir. Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada sinyal yang akan disampaikan Gubernur BOJ Kazuo Ueda soal kemungkinan pengetatan lanjutan. Jika BOJ memberi sinyal agresif, yen berpotensi menguat dan menahan laju kenaikan USDJPY; sebaliknya, sikap yang lebih berhati-hati dapat kembali membuka ruang penguatan dolar AS.
Perkembangan inflasi di Jepang turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kecepatan pengetatan kebijakan BOJ. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai kombinasi kebijakan The Fed yang masih hawkish dan langkah BOJ akan menjadi dua katalis utama yang menentukan arah USDJPY, sehingga volatilitas pasangan mata uang ini berpotensi tetap tinggi pekan depan.
Sumber: PT Dupoin Futures Indonesia.





