Benih Karet Unggul Langka, PT RPN Dorong Relaksasi Regulasi

Benih Karet Unggul Langka, PT RPN Dorong Relaksasi Regulasi
Ilustrasi (AI)

PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), anak usaha Holding Perkebunan Nusantara melalui Pusat Penelitian Karet, menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Relaksasi Regulasi Penyediaan Benih Karet” di Bogor. Forum ini mempertemukan pemerintah, peneliti, akademisi, pelaku usaha, produsen benih, dan asosiasi petani untuk membahas tantangan penyediaan bahan tanam karet unggul di Tanah Air.

Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap, menekankan pentingnya forum lintas sektor ini untuk mencari solusi atas persoalan ketersediaan bahan tanam karet. Menurutnya, regulasi perbenihan harus tetap menjaga kualitas bahan tanam sekaligus mampu beradaptasi dengan kondisi nyata di lapangan. Ia menegaskan bahwa relaksasi regulasi bukan berarti menurunkan standar mutu, melainkan mendorong aturan yang lebih adaptif dan tetap berbasis kajian ilmiah.

Bacaan Lainnya

Sumber Benih Kian Terbatas

Salah satu persoalan utama yang dibahas adalah menyusutnya jumlah blok penghasil biji karet yang telah ditetapkan. Sebagian sumber biji mengalami penurunan produktivitas, perubahan kondisi tanaman, hingga alih fungsi menjadi kebun komoditas lain. Kondisi ini berisiko membuat pasokan biji batang bawah tidak mampu mengimbangi kebutuhan bahan tanam, terutama saat permintaan benih meningkat.

Selama ini penyediaan bahan tanam karet unggul masih mengandalkan perbanyakan vegetatif melalui metode okulasi, yang membutuhkan batang bawah dari biji. Metode alternatif seperti sambung, cangkok stek, dan microcutting sudah mulai dikembangkan, namun penerapannya dinilai masih perlu penguatan agar hasilnya optimal.

Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan diajak mengkaji ulang persyaratan regulasi yang masih relevan maupun yang perlu disesuaikan, termasuk mekanisme pengawasan yang harus tetap dipertahankan jika relaksasi terhadap sumber biji batang bawah dilakukan. PT RPN menyatakan forum ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem perbenihan karet nasional yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan, dengan hasil diskusi diharapkan menjadi masukan bagi perumusan kebijakan ke depan.

Catatan Redaksi. Okulasi adalah teknik memperbanyak tanaman karet unggul dengan menempelkan mata tunas dari pohon induk ke batang bawah yang tumbuh dari biji, sehingga sifat unggul induk terjaga. Karena metode ini bergantung pada pasokan biji dari blok pohon induk tertentu, berkurangnya blok tersebut langsung membatasi jumlah bibit yang bisa diproduksi. Metode seperti sambung, cangkok stek, dan microcutting dikembangkan karena tidak memerlukan biji, melainkan memperbanyak tanaman langsung dari bagian batang atau jaringan pohon unggul.

Sumber: PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan