Menabung Harian untuk Apa? Ini Cara Memulainya dari Rp10 Ribu

Menabung Harian untuk Apa? Ini Cara Memulainya dari Rp10 Ribu
Ilustrasi (AI)

Menabung sering dianggap membutuhkan dana besar sejak awal. Padahal, kebiasaan menyimpan uang bisa dimulai dari nominal kecil yang disisihkan secara rutin setiap hari, dikenal dengan istilah menabung harian.

Simulasi Sederhana

Sebagai gambaran, target mengumpulkan Rp600.000 dalam sebulan bisa dipecah menjadi sekitar Rp20.000 per hari selama 30 hari. Nominal ini hanya contoh simulasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing orang. Dengan menyisihkan Rp10.000 per hari saja, dalam 30 hari dana yang terkumpul bisa mencapai Rp300.000, tergantung konsistensi setoran.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Tips Agar Konsisten

Beberapa cara yang bisa diterapkan antara lain menentukan nominal yang realistis sesuai pemasukan, membuat tujuan spesifik seperti dana liburan atau membeli barang tertentu, memisahkan dana tabungan dari uang kebutuhan sehari-hari, serta menyesuaikan pola setoran dengan siklus penghasilan—baik harian, mingguan, maupun bulanan. Evaluasi berkala juga penting agar target tetap relevan saat kondisi keuangan berubah.

Menabung harian bukan kewajiban mutlak, melainkan salah satu cara membangun kebiasaan finansial yang lebih terencana. Frekuensi setoran bisa disesuaikan, misalnya Rp20.000 per hari, Rp150.000 per minggu, atau Rp600.000 sekali setelah gajian.

Memanfaatkan Aplikasi Digital

Pengelolaan tabungan kini juga bisa dilakukan lewat aplikasi neobank yang memungkinkan pemantauan saldo dan transaksi tanpa pencatatan manual. Salah satu produk yang bisa digunakan adalah Tabungan NOW dari aplikasi neobank milik Bank Neo Commerce, yang menawarkan bunga cair harian serta memudahkan pemisahan dana tabungan dari kebutuhan harian. Informasi bunga, biaya, dan ketentuan mengikuti produk yang berlaku, dan simpanan tetap mengacu pada tingkat bunga penjaminan LPS yang berlaku.

Catatan Redaksi. Bunga cair harian berarti bunga simpanan dihitung dan ditambahkan ke saldo setiap hari, bukan menunggu akhir bulan seperti tabungan konvensional. Adapun penjaminan LPS adalah jaminan Lembaga Penjamin Simpanan atas dana nasabah bank hingga batas dan syarat tertentu bila bank mengalami masalah, sehingga besaran bunga yang dijamin mengikuti plafon yang ditetapkan LPS, bukan bunga penuh yang ditawarkan bank.

Sumber: PT Bank Neo Commerce Tbk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan