
Harga emas dunia terus menjadi sorotan sepanjang 2026. Data Gold Demand Trends Q2 2026 dari World Gold Council mencatat permintaan emas global pada semester pertama tahun ini mencapai 2.522 ton, dengan nilai transaksi menembus rekor US$380 miliar. Tren ini turut mendorong minat terhadap aset kripto yang nilainya terhubung dengan emas fisik, salah satunya Tether Gold atau XAUT.
Program Bonus untuk Investor Baru
Menangkap momentum tersebut, platform pertukaran aset kripto Bittime menghadirkan program bonus XAUT bagi pengguna baru yang berlangsung mulai 1 hingga 30 September 2026. Pengguna yang baru pertama kali bertransaksi di Bittime dengan nilai di atas Rp250.000 berkesempatan mendapat bonus awal senilai Rp25.000 dalam bentuk XAUT. Bittime menyebut investasi bisa dimulai dari modal kecil, yakni Rp10.000.
Baca juga:
- Bittime PayDay GainDay 2026: Bonus Investasi Rp5 Juta di Hari Gajian
- Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15% Diversifikasi Strategi di Tengah Gejolak Pasar Global
Selain bonus awal, pengguna dapat memperoleh tambahan bonus berdasarkan total volume transaksi yang dicapai dalam periode akumulasi, dengan nilai berjenjang mulai Rp50.000 hingga Rp1 juta. Jika digabungkan, total bonus yang bisa didapat mencapai Rp1,5 juta. Program ini dibagi menjadi lima kategori yakni Entry, Bronze, Silver, Gold, dan Black, yang ditentukan dari akumulasi volume transaksi selama 14 hari sejak transaksi pertama. Pengguna yang lolos kategori tertentu juga diwajibkan menahan aset yang dibeli selama tujuh hari ke depan.
COO Bittime, Ryan Lymn, mengatakan program ini dirancang untuk mendorong masyarakat mengambil langkah awal berinvestasi tanpa harus menunggu modal besar. “Investasi pertama sering kali menjadi langkah yang sulit karena banyak orang merasa harus menunggu sampai memiliki modal besar atau pengetahuan yang sempurna. Melalui campaign ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai mengambil langkah pertama,” ujarnya.
Bittime mengingatkan bahwa XAUT sebagai aset kripto berbasis blockchain memiliki karakteristik berbeda dari kepemilikan emas fisik, dan pergerakan harganya dapat dipengaruhi berbagai faktor seperti suku bunga, nilai dolar AS, inflasi, hingga kondisi geopolitik. “Setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, kami mendorong pengguna untuk terus meningkatkan pemahaman sebelum berinvestasi,” tambah Ryan.
Sumber: Bittime.





